Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Megawati Diminta Jadi Utusan Khusus untuk Perdamaian Korsel-Korut

Tanya Rompas • Rabu, 11 Mei 2022 | 17:18 WIB
Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (10/5).
Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (10/5).
MANADOPOST.ID- Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (10/5). Dalam agenda itu, Ketua Umum PDIP itu melakukan audiensi dengan perwakilan pemerintah dan parlemen Korsel. Megawati didampingi oleh Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey dan Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri. Dubes RI untuk Korsel Gandi Sulistiyanto juga tampak ikut di dalam pertemuan tersebut. Sementara pihak Korsel diwakili Sekretaris Presiden Korsel Dr. Byong-Joon Kim; salah satu Ketua People Power Party Mr. Kim Seok-Ki; CEO Korea Peace Energy Center Prof. Yong-Sang Chung; dan Penasehat Presiden Korsel Prof. Kim Suil. “Terima kasih atas perhatiannya,” kata Megawati kepada para tamunya sebelum melakukan pertemuan tertutup. Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri mengatakan, materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penguatan dan pengembangan kerja sama yang saling menguntungkan dan menghormati antarkedua negara. Di antaranya di bidang ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, riset dan pengembangan (research and development), pertahanan dan keamanan, serta politik. Selain itu, materi utama lainnya yang dibahas adalah hubungan Korsel dan Korea Utara pascapelantikan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol. “Wakil Ketua DPR dan Sekretaris Presiden Korsel atas nama Pemerintah Korsel di bawah Presiden Yoon meminta Ibu Megawati Soekarnoputri tetap membantu atau menjadi utusan khusus untuk membuat perdamaian abadi dua Korea,” kata Rokhmin dalam keterangan tertulis. Menurutnya, di dalam pertemuan itu, Megawati bersedia menerima permintaan itu dengan senang hati. “Ibu Megawati menyarankan pendekatan dari hati ke hati atau persaudaraan harus diutamakan untuk perdamaian permanen kedua korea,” kata Rokhmin. Di dalam pertemuan itu, Kim Seok Ki menyampaikan bahwa pemerintah dan rakyat Korsel yang paham sejarah, memandang Megawati merupakan tokoh dunia yang penting. “Ibu Megawati adalah tokoh dunia yang mampu untuk memfasilitasi tercapainya perdamaian permanen antar kedua Korea dalam waktu tidak terlalu lama,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, Megawati yang juga Ketua Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) berada di Seoul bersama sejumlah jajaran partai, serta para staf pribadi, diantaranya Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey, dan Ketua DPP PDIP bidang Kelautan, Perikanan, dan Nelayan Rokhmin Dahuri. "Setelah dua tahun masa pandemik, ini baru pertama kali bagi Ibu Megawati keluar dan naik pesawat," ujar Hasto dalam rilisnya. Hasto menambahkan, Megawati ke Seoul atas undangan dari Republik Korea. “Ini sebuah kehormatan, undangan bersifat khusus oleh presiden terpilih untuk menghadiri pelantikan," imbuhnya. Selain menghadiri pelantikan presiden terpilih, pada malam harinya, Megawati akan hadir di jamuan makan malam yang dibuat khusus oleh Presiden Yoon. Keesokan harinya, Megawati akan berangkat lagi ke Istana Kepresidenan Korsel untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Yoon. Seusai pertemuan itu, Megawati akan langsung berangkat ke Gedung Seoul Institute of the Arts. Di sana, Megawati akan menghadiri upacara penganugerahan gelar profesor kehormatan. SIA sebagai pemberi gelar, adalah institusi pendidikan ternama di Korea yang sudah berdiri lebih dari 60 tahun. Insititusi pendidikan ini melahirkan puluhan artis ternama dari Korea. Hasto menjelaskan, SIA memberi gelar profesor karena menilai besarnya kontribusi serta komitmen kemanusiaan Megawati memperjuangkan perdamaian di Semenanjung Korea, serta perhatiannya yang begitu besar terhadap demokrasi, lingkungan dan kebudayaan. Bahkan, Mega pernah menjadi utusan khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam menjalankan diplomasi perdamaian. Megawati dikenal sebagai sedikit pemimpin yang bisa diterima oleh pihak Korea Utara. Hal ini terkait hubungan historis antara Proklamator RI yang juga ayah Megawati, Bung Karno, dan Great Leader Korea Utara, Kim Il Sung. Dunia mencatat, bunga anggrek yang diberikan Bung Karno dikenal dengan nama Kimilsungnia. Bunga anggrek ini sekarang menjadi simbol bunga persahabatan antara Indonesia dan Korea Utara. Selanjutnya, gelar dari SIA ini bukan yang pertama dari Korsel untuk Megawati. Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu juga menerima gelar doktor honoris causa (HC) dari beberapa universitas di Korea. Pemberian gelar profesor dari SIA ini, menurut Hasto, menjadi penting di tengah ketegangan hubungan Selatan dan Utara saat ini, terutama setelah Korea Utara belum lama ini meluncurkan rudal balestik. Gelar profesor kehormatan dari SIA ini akan menjadi yang kedua untuk Megawati. Sebelumnya, pada Juni 2021 lalu, Megawati menerima gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI di Bidang Kepemimpinan Strategik.(*) Editor : Tanya Rompas
#Korut #megawati #Korsel