Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Heboh Penembakan di Sekolah Rusia, 13 Orang Tewas dan Pelaku Bunuh Diri

Kenjiro Tanos • Selasa, 27 September 2022 | 22:54 WIB
Heboh penembakan di sekolah Rusia (Istimewa)
Heboh penembakan di sekolah Rusia (Istimewa)
MANADOPOST.OD - Para siswa berlarian keluar gedung Sekolah No.88 di Izhevsk, Udmurtia, Rusia. Mereka dievakuasi setelah terjadi penembakan yang merenggut 13 nyawa. Sebanyak 7 korban tewas adalah siswa. Sisanya adalah penjaga keamanan dan guru. Sebanyak 21 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk di dalamnya 14 anak-anak. Pelaku diketahui bernama Artem Kazantsev. Dia dulu adalah siswa di sekolah tersebut. Belum diketahui apa motif penembakan yang dilakukannya kemarin (26/9). Pria yang berusia sekitar 34 tahun itu tidak bisa dimintai keterangan karena memilih bunuh diri di ruang nomer 403. Kazantsev memakai balaclava saat beraksi. Kaos yang dikenakannya bergambar logo Nazi. Semua kotak amunisi yang dibawanya ditulisi kata Benci. Tulisannya dalam bahasa Rusia dengan warna merah. Pelaku membawa dua pistol dengan amunisi cukup banyak. Senjata yang digunakannya memiliki gantungan yang diduga merupakan penghormatan untuk pelaku penembakan di Columbine High School, Littleton, Colorado, AS pada 1999 lalu. Eric Harris dan Dylan Klebold merupakan pelakunya. Nah di senjata yang dibawa Kazantsev terdapat nama Eric dan Dylan serta kata Columbine di gantungannya. ’’Saat ini penyelidik sedang melakukan penggeledahan di kediamannya dan mempelajari kepribadian penyerang, pandangannya dan lingkungan sekitarnya,’’ bunyi pernyataan Komite Investigasi Rusia seperti dikutip The Guardian. Sebuah pesan yang beredar di Telegram diduga milik pelaku sebelum serangan terjadi. Dia menyebutkan bahwa tindakannya bukanlah aksi terorisme. Namun hanya aksi kebencian saja. ’’Saya bukan anggota organisasi ekstremis mana pun, saya tidak punya tuntutan politik,’’ bunyi pesan di Telegram tersebut. Sekolah itu memiliki 982 siswa dan 80 guru. Mayoritas yang terdampak adalah siswa kelas 1 yang masih berusia sekitar 7 tahunan. Dalam beberapa video pendek yang beredar tampak anak-anak bersembunyi ketika insiden terjadi. Salah satu guru mengunci dirinya dan beberapa siswa yang terluka di kantor. Lokasi penyerangan dekat dengan gedung pemerintahan. Pemerintah mengumumkan masa berkabung hingga 29 September nanti. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengungkapkan bahwa Presiden Vladimir Putin sangat sedih dengan kematian para korban. Menurutnya ini adalah tindakan terorisme yang dilakukan oleh organisasi atau kelompok neo-fasis. Putin memerintahkan agar dokter, psikolog dan ahli bedah saraf dikirimkan ke lokasi untuk membantu para korban. Izhevsk adalah markas besar pembuatan senjata Kalashnikov dan tempat lahirnya senapan serbu AK-47. Senapan itu terkenal kerap dipakai untuk penembakan masal. Insiden penembakan beberapa kali terjadi di Rusia. Pada Mei 2021 lalu, seorang remaja membunuh 7 anak-anak dan 2 orang dewasa di Kazan. April tahun ini, pria bersenjata membunuh 2 anak-anak dan guru di TK yang berada di Ulyanovsk sebelum akhirnya pelaku bunuh diri. (Jawa Pos) Editor : Kenjiro Tanos
#Berita Rusia #Penembakan Sekolah Rusia