MANADOPOST.ID - Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Shmyhal mengatakan langkah Polandia untuk memperpanjang larangan ekspor biji-bijian tidak ramah dan populis.
"Selama masa kritis ini, Polandia bermaksud untuk terus memblokir ekspor biji-bijian UA (Ukraina) ke UE. Ini adalah langkah yang tidak ramah dan populis yang akan sangat berdampak pada ketahanan pangan global dan ekonomi Ukraina," cuitnya di akun Twitter seperti melansir Al Jazeera.
Ia pun mendesak mitranya dan Komisi Uni Eropa untuk memastikan ekspor semua produk pertanian Ukraina tanpa hambatan.
"Ini adalah tindakan solidaritas tidak hanya dengan Ukraina tetapi juga dengan dunia, yang bergantung pada gandum kami,” katanya.
Larangan UE atas impor biji-bijian Ukraina akan berakhir pada 15 September. Kemarin (19/7) Polandia mengatakan tidak akan mencabut larangan tersebut bahkan jika UE tidak menyetujui perpanjangannya. (tkg)