MANADOPOST.ID--Amerika Serikat bakal menjadi penghalang Palestina untuk mendapatkan keanggotaan penuh di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Diketahui Palestina telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menghidupkan kembali aplikasi mereka yang diajukan pada tahun 2011.
Dilansir dari APnews, dalam surat yang dikirimkan kepada presiden dewan, tercantum 140 negara yang telah mengakui negara Palestina, termasuk anggota Kelompok Arab di PBB, Organisasi Kerjasama Islam, dan Gerakan Non-Blok.
Palestina kembali mengajukan permohonan keanggotaan PBB di tengah perang antara Israel dan Hamas yang telah berlangsung hampir enam bulan, serta konflik yang belum terselesaikan antara Palestina dan Israel yang kini kembali menjadi sorotan.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menyerahkan permohonan keanggotaan Palestina ke-194 kepada PBB kepada Sekretaris Jenderal saat itu, Ban Ki-moon, pada tahun 2011. Namun, upaya tersebut gagal karena kurangnya dukungan dari anggota Dewan Keamanan PBB, dan Amerika Serikat telah mengancam akan menggunakan hak vetonya.
Amerika Serikat sendiri telah menegaskan bahwa keanggotaan penuh Palestina di PBB harus melalui kesepakatan damai yang dipersiapkan dalam pembicaraan bilateral antara Israel dan Palestina.
Setelah upaya Palestina di Dewan Keamanan gagal, mereka berhasil meningkatkan status mereka dari pengamat menjadi negara pengamat non-anggota pada tahun 2012 melalui Majelis Umum PBB.
Saat ini, komite tetap Dewan Keamanan sedang mempertimbangkan kembali aplikasi Palestina. Namun, dengan pernyataan AS yang menegaskan bahwa posisinya tetap tidak berubah, prospek keanggotaan penuh Palestina tampaknya menghadapi tantangan berat.
Meski begitu, isu ini diperkirakan akan terus diperbincangkan, terutama saat pertemuan Dewan Keamanan bulan depan, di mana perang antara Israel dan Hamas, serta isu gencatan senjata selama Ramadan akan menjadi topik utama pembahasan.(mpo)
Editor : Clavel Lukas