MANADOPOST.ID--Presiden Amerika Serikat Joe Biden dihadapkan pada protes terkait konflik di Gaza. Bahkan protes terjadi di dalam Gedung Putih sendiri. Pada pertemuan tertutup Selasa lalu, Biden bersama Wakil Presiden Kamala Harris dan para pemimpin keamanan nasional mendengarkan aspirasi dari warga Amerika Muslim terkait perang antara Israel dan Hamas.
Dilansir dari APnews, dalam percakapan tersebut, seorang dokter Palestina-Amerika, Thaer Ahmad, yang pernah menjadi relawan di Gaza, tiba-tiba menyatakan akan meninggalkan pertemuan.
Sebelum pergi, Ahmad menyerahkan surat dari seorang gadis yatim 8 tahun di Rafah kepada Presiden, lengkap dengan foto. Respons Biden terhadap protes Ahmad terbilang minim, dengan hanya mengatakan "Saya mengerti."
Dukungan Biden terhadap operasi militer Israel di Gaza, termasuk penjualan senjata AS, telah menuai kecaman dari komunitas Muslim Amerika. Konflik dimulai pada 7 Oktober lalu ketika Hamas menyerang secara tiba-tiba dan menewaskan 1.200 warga Israel.
Sejak itu, sekitar 33.000 warga Palestina tewas akibat serangan Israel. Meskipun Biden menyatakan keprihatinan atas korban sipil, namun ia belum menghentikan bantuan militer untuk Israel.
Pertemuan pekan ini dijadwalkan oleh Gedung Putih sebagai pengganti jamuan makan tradisional untuk menandai berakhirnya Ramadan. Beberapa pemimpin komunitas Muslim menolak undangan tersebut, menganggapnya tidak pantas dilakukan di tengah kelaparan di Gaza.
Juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, menyatakan bahwa percakapan tersebut bersifat pribadi. Namun, ia menegaskan bahwa Presiden menghormati kebebasan warga untuk melakukan protes secara damai.
Sebelum pergi ke Gedung Putih, Ahmad sudah memutuskan akan meninggalkan pertemuan tersebut setelah dimulai. Ahmad bahkan berencana melakukan perjalanan lain ke Gaza pada akhir bulan ini.(*)
Editor : Clavel Lukas