Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Spanyol, Irlandia dan Norwegia Secara Resmi Mengakui Negara Palestina, Bakal Jadi Pukulan Diplomatik Terhadap Israel

Kenjiro Tanos • Rabu, 22 Mei 2024 | 15:31 WIB
Demonstrasi pro Palestina di London (Henry Nicholls/AFP)
Demonstrasi pro Palestina di London (Henry Nicholls/AFP)

MANADOPOST.ID - Kabar terbaru soal Palestina. Norwegia, Irlandia dan Spanyol pada Rabu (22/5) mengumumkan bahwa mereka akan secara resmi mengakui negara Palestina.

Melansir NBC News, ini akan menjadi pukulan diplomatik terbaru terhadap Israel.

“Di tengah perang, dengan puluhan ribu orang terbunuh dan terluka, kita harus tetap menghidupkan satu-satunya alternatif yang menawarkan solusi politik bagi Israel dan Palestina,” kata Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre.

“Dua negara, hidup berdampingan, dalam perdamaian dan keamanan," imbuhnya.

Berbicara pada konferensi pers di Dublin tak lama setelah itu, Perdana Menteri Irlandia Simon Harris mengatakan dia berharap keputusan untuk mengakui negara Palestina akan memberikan harapan dan dorongan kepada rakyat Palestina di saat-saat tergelap mereka.

Sementara itu, Israel memerintahkan duta besarnya dari Irlandia dan Norwegia untuk segera kembali dan mengatakan akan melakukan hal yang sama untuk Spanyol.

“Irlandia dan Norwegia bermaksud mengirimkan pesan hari ini kepada Palestina dan seluruh dunia: terorisme ada akibatnya,” kata Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz.

Dia mengatakan bahwa pengakuan tersebut dapat menghambat upaya untuk mengembalikan sandera Israel yang ditahan di Gaza dan membuat gencatan senjata menjadi kecil kemungkinannya dengan “memberi penghargaan kepada para jihadis Hamas dan Iran.”

Hal ini terjadi ketika militer Israel terus memperluas operasi di Gaza selatan dan utara, wilayah kantong Palestina di mana lebih dari 35 ribu orang terbunuh dalam tujuh bulan perang.

Hal ini juga terjadi setelah kepala jaksa Pengadilan Kriminal Internasional mengumumkan bahwa dia akan meminta surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, serta pemimpin Hamas Yahya Sinwar dan lainnya atas dugaan kejahatan perang dalam perang Israel-Hamas.

Irlandia dalam beberapa pekan terakhir telah mengisyaratkan rencana untuk mengakui negara Palestina pada akhir bulan ini.

Israel sangat menentang tawaran tersebut, serta setiap dorongan baru untuk solusi dua negara setelah serangan 7 Oktober.

 

Sebelum hari ini, lebih dari 140 dari 193 negara anggota PBB mengakui kenegaraan Palestina dan tidak ada negara Kelompok Tujuh di antara mereka.

Presiden Joe Biden mengatakan pemerintahannya berupaya untuk mendapat solusi untuk keduanya. Namun AS tidak secara resmi mengakui negara Palestina.

Netanyahu telah berulang kali menegaskan bahwa pengakuan negara Palestina setelah serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menurut pejabat Israel menewaskan sekitar 1.200 orang dan sekitar 250 lainnya disandera, akan secara efektif menjadi hadiah bagi Hamas. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Irlandia #SPANYOL #Norwegia #Negara Palestina #diplomatik #Israel