MANADOPOST.ID - Bandara Internasional Tribhuvan, bandara utama di Nepal untuk penerbangan internasional dan domestik ditutup selama beberapa jam saat terjadi kecelakaan pesawat Rabu (24/7) waktu setempat.
Penutupan bandara dilakukan karena pekerja darurat dan penyelidik mulai bekerja atas peristiwa yang terjadi.
Bandara ini terletak di dalam lembah yang dikelilingi pegunungan di sebagian besar sisinya. Bandara ini dianggap sebagai bandara yang menantang bagi pilot.
Al Jazeera menulis, pesawat yang lebih besar juga harus melewati celah di gunung untuk mendarat.
Industri penerbangan Nepal telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, mengangkut barang dan orang dari daerah yang sulit dijangkau serta trekker dan pendaki lokal dan internasional.
Namun negara di Himalaya ini memiliki catatan keselamatan penerbangan yang buruk dengan serangkaian kecelakaan pesawat ringan dan helikopter yang mematikan selama beberapa dekade.
Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pelatihan dan pemeliharaan, yang diperburuk oleh kondisi geografis negara yang berbahaya.
Nepal juga memiliki beberapa landasan pacu tersulit di dunia untuk dilalui. Banyak diantaranya yang diapit oleh puncak yang tertutup salju dengan pendekatan yang menimbulkan tantangan bahkan bagi pilot berpengalaman.
Cuaca dapat berubah dengan cepat di pegunungan, sehingga menciptakan kondisi penerbangan yang berbahaya.
Kecelakaan penerbangan komersial besar terakhir di Nepal terjadi pada Januari 2023 ketika sebuah penerbangan Yeti Airlines jatuh saat mendarat di Pokhara, menewaskan 72 orang di dalamnya.
Pada tahun 2018, setidaknya 49 orang tewas ketika sebuah pesawat Bangladesh yang membawa lebih dari 70 orang jatuh dan terbakar saat mendarat di Kathmandu.
Pada tahun 1992, seluruh penumpang pesawat Pakistan International Airlines yang berjumlah 167 orang tewas ketika pesawat itu jatuh saat mendekat di bandara Kathmandu.
Awal tahun yang sama, sebuah pesawat Thai Airways jatuh di dekat bandara yang sama, menewaskan 113 orang. (tkg)