Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir Janji Perang Terhadap Organisasi Kriminal di Komunitas Arab

Kenjiro Tanos • Jumat, 13 September 2024 | 18:02 WIB
Itamar Ben-Gvir
Itamar Ben-Gvir

MANADOPOST.ID - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, telah mengumumkan bahwa polisi akan memulai operasi agresif melawan apa yang ia sebut sebagai "organisasi kriminal" di komunitas Arab, setelah bertahun-tahun mengabaikan masalah tersebut.

Pernyataan ini datang setelah penggerebekan yang dilakukan semalam, yang menargetkan keluarga-keluarga kriminal di berbagai komunitas, termasuk di kota Lod.

Dalam sebuah posting di X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter), Ben-Gvir menyatakan bahwa kebijakan pemerintah kini berfokus untuk menindak tegas kejahatan yang terjadi di komunitas Arab yang menurutnya telah lama diabaikan.

"Polisi akan berperang melawan organisasi kriminal yang merusak keamanan dan ketertiban," kata Ben-Gvir, menegaskan komitmennya untuk membersihkan wilayah tersebut dari elemen-elemen kriminal.

Rekaman video yang beredar menunjukkan Ben-Gvir yang ditemani oleh pasukan Israel saat mereka melakukan penggerebekan.

Dalam video tersebut, tampak seorang pria diborgol dan matanya ditutup, sementara petugas membawa pria tersebut pergi dari lokasi.

Tindakan ini menunjukkan pendekatan keras yang diambil oleh pihak berwenang dalam menanggapi apa yang mereka anggap sebagai ancaman kriminal di wilayah tersebut.

Ben-Gvir, yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan yang kontroversial, telah menjadi suara utama dalam penggerakan terhadap komunitas Arab di Israel.

Selain retorikanya yang keras terhadap komunitas Arab, ia juga terlibat dalam beberapa insiden yang memperburuk ketegangan, termasuk memimpin sekelompok pemukim ekstremis ke kompleks Masjid Al-Aqsa pada bulan Juli.

Aksi tersebut memicu kemarahan dan kecaman dari berbagai pihak, yang menilai tindakan itu sebagai provokatif dan berpotensi memperburuk konflik.

Langkah terbaru Ben-Gvir ini mendapatkan perhatian luas baik di dalam negeri maupun internasional, dengan kritik yang mencuat tentang kemungkinan dampak negatif dari pendekatan keras ini terhadap hubungan antar komunitas di Israel. Banyak yang khawatir bahwa tindakan ini dapat memperburuk ketegangan yang sudah ada dan memicu lebih banyak kekerasan di tengah situasi yang sudah tegang.

Penggerebekan ini juga mencerminkan dinamika politik internal di Israel, di mana kebijakan keamanan dan penegakan hukum sering kali dipengaruhi oleh agenda politik dan ideologi para pemimpin.

Ben-Gvir, yang dikenal dengan pandangan politiknya yang keras, berusaha menunjukkan kekuatan dan komitmennya untuk memberantas kejahatan, meskipun hal ini juga memicu perdebatan tentang metode dan efek dari tindakan tersebut.

Kondisi di lapangan dan respons dari komunitas Arab Israel akan menjadi faktor penting dalam menentukan bagaimana kebijakan ini akan diterima dan dampaknya terhadap stabilitas sosial dan politik di Israel ke depannya. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Kriminal #arab #Gaza #Israel