Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Etihad Airways Ubah Rute Penerbangan Sebagai Respons Terhadap Situasi Keamanan di Timur Tengah

Kenjiro Tanos • Rabu, 2 Oktober 2024 | 14:05 WIB
Pesawat Airbus A320-200 milik Etihad Airways terlihat di Bandara Nasional Minsk, Belarus (Vasily Fedosenko/Reuters)
Pesawat Airbus A320-200 milik Etihad Airways terlihat di Bandara Nasional Minsk, Belarus (Vasily Fedosenko/Reuters)

MANADOPOST.ID - Etihad Airways, maskapai penerbangan nasional yang berbasis di Abu Dhabi, baru-baru ini mengumumkan langkah penting terkait pengoperasian sejumlah penerbangannya.

Sebagai respons terhadap pembatasan wilayah udara di beberapa wilayah Timur Tengah, maskapai ini memutuskan untuk mengubah rute penerbangan yang melewati kawasan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Etihad Airways menegaskan bahwa mereka terus memantau situasi keamanan dengan cermat.

"Kami memprioritaskan keselamatan penumpang dan kru kami, dan karena itu kami mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan penerbangan kami tetap aman," ujar pihak maskapai.

Dengan situasi yang terus berkembang, Etihad berkomitmen untuk menyesuaikan kebijakan operasionalnya berdasarkan informasi terkini mengenai kondisi keamanan dan ketersediaan wilayah udara.

Perubahan rute ini dilakukan menyusul ketegangan yang meningkat di beberapa bagian Timur Tengah, yang menyebabkan beberapa wilayah udara di kawasan tersebut ditutup untuk penerbangan komersial.

Pembatasan ini memengaruhi rencana perjalanan banyak maskapai penerbangan global, termasuk maskapai-maskapai besar yang juga beroperasi di wilayah ini.

Selain Etihad Airways, beberapa maskapai internasional lainnya juga mengambil tindakan serupa. Emirates Airlines, maskapai berbasis di Dubai, serta maskapai Iran Air, Air Algerie, Air France, dan Turkish Airlines, dilaporkan menangguhkan sementara penerbangan mereka ke ibu kota Lebanon, Beirut.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menghindari potensi risiko yang lebih besar akibat ketidakstabilan situasi di wilayah udara Timur Tengah.

Bagi penumpang yang terdampak, Etihad dan maskapai lainnya telah menyediakan opsi untuk mengganti rencana perjalanan atau menerima pengembalian uang secara penuh, serta informasi terkait jadwal penerbangan alternatif.

"Kami memahami ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan akibat perubahan rute ini dan akan terus berkomunikasi dengan penumpang kami untuk memastikan mereka mendapatkan layanan terbaik," tambah pihak Etihad.

Dengan situasi keamanan di Timur Tengah yang terus berubah, Etihad Airways dan maskapai lain diperkirakan akan terus menyesuaikan operasional penerbangan mereka hingga situasi kembali normal. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#timur tengah #etihad #rute penerbangan #Israel