Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kementerian Kesehatan Palestina: Korban Tewas di Jalur Gaza Mencapai 42.227 Orang

Kenjiro Tanos • Minggu, 13 Oktober 2024 | 18:17 WIB
Perempuan Palestina memegang mainan dan sepatu anak-anak setelah serangan Israel di lingkungan Remal di Kota Gaza pada Sabtu (16/3) (AFP)
Perempuan Palestina memegang mainan dan sepatu anak-anak setelah serangan Israel di lingkungan Remal di Kota Gaza pada Sabtu (16/3) (AFP)

MANADOPOST.ID - Serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 42.227 warga Palestina dan melukai 98.464 lainnya, demikian laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina.

Angka ini menunjukkan besarnya dampak kemanusiaan dari perang yang berkepanjangan di wilayah tersebut, di mana jumlah korban terus bertambah setiap harinya.

Dalam 24 jam terakhir saja, serangan udara dan artileri Israel telah menewaskan setidaknya 52 orang dan melukai 128 lainnya, menurut laporan tambahan dari Kementerian Kesehatan. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat mengingat intensitas serangan dan kerusakan besar yang terjadi di seluruh wilayah Gaza.

Pihak berwenang Palestina memperingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi, karena ribuan mayat diduga masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan dan infrastruktur yang hancur akibat bombardir yang terus menerus.

Wilayah Gaza, yang telah diblokade selama bertahun-tahun, kini menghadapi kehancuran total, dengan rumah-rumah, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya berubah menjadi puing-puing.

Serangan Israel ini, yang diklaim sebagai upaya untuk menghancurkan jaringan militan di Gaza, telah menuai kecaman luas dari masyarakat internasional. Banyak pihak yang mengecam tindakan ini sebagai tidak proporsional dan menargetkan infrastruktur sipil yang penting.

Di sisi lain, Israel berdalih bahwa serangan tersebut adalah langkah untuk menghentikan serangan roket yang dilakukan oleh kelompok perlawanan di Gaza.

Kondisi di lapangan semakin memburuk dengan situasi kemanusiaan yang kritis. PBB dan berbagai organisasi kemanusiaan internasional telah berulang kali menyerukan gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan yang lebih luas ke wilayah Gaza. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda penghentian kekerasan yang signifikan.

Jalur Gaza, salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia, kini menjadi medan perang yang tidak hanya merenggut nyawa ribuan warga Palestina, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis dan sosial yang mendalam. Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal, sementara akses terhadap air bersih, makanan, dan layanan kesehatan semakin sulit didapatkan.

Banyak analis internasional memperingatkan bahwa konflik ini dapat memicu ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan Timur Tengah, terutama dengan adanya respons dari negara-negara tetangga yang memiliki hubungan dekat dengan Palestina. Diplomasi internasional terus diupayakan untuk menghentikan eskalasi, tetapi belum ada terobosan yang signifikan dalam negosiasi antara kedua belah pihak.

Seiring dengan bertambahnya korban jiwa, komunitas global menghadapi tekanan untuk mengambil langkah lebih tegas dalam menyelesaikan konflik yang telah memakan korban besar ini.

Namun, dengan situasi yang masih tegang dan tidak adanya tanda-tanda gencatan senjata yang pasti, masa depan Gaza tetap suram di tengah puing-puing kehancuran yang melanda wilayah tersebut. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#palestina #kementerian kesehatan #Gaza #Israel