Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kewarganegaraan Italia untuk Presiden Argentina Javier Milei Picu Kemarahan dan Perdebatan Politik

Kenjiro Tanos • Minggu, 15 Desember 2024 | 16:49 WIB
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyambut Presiden Argentina Javier Milei di Palazzo Chigi di Roma. (Andreas Solaro/AFP)
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyambut Presiden Argentina Javier Milei di Palazzo Chigi di Roma. (Andreas Solaro/AFP)

MANADOPOST.ID - Pemerintah Italia secara resmi memberikan kewarganegaraan kepada Presiden Argentina Javier Milei bersama saudari perempuannya Karina Milei. Keputusan ini, yang dipercepat oleh otoritas di Roma berdasarkan warisan Italia Milei, menuai kecaman luas di dalam negeri, memicu perdebatan panas tentang kebijakan kewarganegaraan di Italia.

Riccardo Magi, seorang anggota parlemen dari partai oposisi +Europa, dengan keras mengkritik langkah ini. Dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial, Magi menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk "diskriminasi yang tidak dapat ditoleransi." Dia menyoroti ketidakadilan terhadap warga muda Italia yang harus berjuang melewati birokrasi selama bertahun-tahun untuk mendapatkan kewarganegaraan.

"Jutaan orang Italia yang lahir, dibesarkan, belajar, bekerja, dan membayar pajak di negara ini harus menghadapi perjalanan yang sulit untuk mendapatkan kewarganegaraan, tidak seperti Presiden Milei," tegas Magi, menambahkan bahwa proses ini sangat tidak sebanding dengan perlakuan terhadap Milei yang notabene tidak pernah tinggal atau berkontribusi secara langsung di Italia.

Di bawah undang-undang Italia saat ini, orang asing harus tinggal di Italia selama setidaknya 10 tahun sebelum dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan. Bahkan, anak-anak yang lahir di Italia dari orang tua asing hanya dapat mengajukan permohonan setelah mereka berusia 18 tahun. Hal ini menciptakan perjalanan panjang dan penuh tantangan bagi banyak warga muda Italia yang telah menjadikan negara ini sebagai rumah mereka sejak lahir.

Kelompok-kelompok advokasi seperti Oxfam Italia telah lama menyerukan reformasi untuk mempersingkat masa tunggu ini, mengusulkan agar aturan diselaraskan dengan standar Uni Eropa lainnya seperti Prancis dan Jerman. Namun, pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Giorgia Meloni tetap bersikukuh mempertahankan kebijakan saat ini. Meloni secara terang-terangan menolak perubahan apa pun yang dapat dianggap memperlonggar aturan kewarganegaraan, mencerminkan pendekatan konservatifnya terhadap isu imigrasi dan identitas nasional.

Langkah pemerintah Italia ini tampaknya tidak terlepas dari hubungan erat antara Javier Milei dan Giorgia Meloni, yang dikenal berbagi pandangan ideologis sayap kanan. Selama kunjungan kenegaraan Milei ke Italia, kedua pemimpin tersebut menunjukkan keakraban mereka dalam berbagai acara publik. Milei bahkan diundang untuk berbicara di Festival Atreju, sebuah acara pemuda sayap kanan yang diadakan oleh partai Brothers of Italy pimpinan Meloni.

Simbolisme hubungan mereka tampak jelas ketika Meloni memberikan hadiah berupa patung dirinya yang sedang memegang gergaji mesin, sebuah referensi kepada gaya kampanye Milei pada tahun 2023. Saat itu, Milei menggunakan gergaji mesin sebagai simbol untuk "memotong" birokrasi dan mengurangi ukuran pemerintahan.

Javier Milei bukanlah presiden Argentina pertama yang memperoleh kewarganegaraan Italia. Sebelumnya, Mauricio Macri, yang menjabat sebagai presiden Argentina dari tahun 2015 hingga 2019, juga memiliki paspor Italia. Hal ini mencerminkan hubungan historis antara Italia dan Argentina, di mana banyak warga Argentina memiliki garis keturunan Italia karena migrasi besar-besaran di abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Namun, dalam kasus Milei, percepatan proses kewarganegaraan ini telah membuka diskusi baru tentang keadilan dalam penerapan hukum kewarganegaraan. Bagi sebagian pihak, keputusan ini mencerminkan perlakuan istimewa yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan sosial, terutama ketika banyak warga Italia menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan hak yang sama.

Meski hubungan antara Italia dan Argentina tetap hangat, langkah ini menyoroti ketegangan antara kebutuhan politik, hubungan internasional, dan keadilan dalam negeri. Sementara Meloni dan Milei memperkuat aliansi ideologis mereka, pemerintah Italia menghadapi tekanan besar dari dalam negeri untuk menjelaskan keputusan yang dianggap bias ini. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Argentina #Javier Milei #Giorgia Meloni #Italia