Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Taman Gantung Babilonia, Mitos atau Fakta?

Fandy Gerungan • Rabu, 26 Februari 2025 | 16:45 WIB

Ilustrasi Babilonia. (Wikipedia)
Ilustrasi Babilonia. (Wikipedia)


MANADOPOST.ID--Taman Gantung Babilonia adalah salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang paling terkenal, tetapi juga yang paling misterius. Banyak sejarawan percaya bahwa taman ini adalah mahakarya arsitektur dan teknik pada masanya, tetapi bukti fisiknya masih menjadi perdebatan.

Menurut catatan sejarah, Taman Gantung Babilonia dibangun sekitar abad ke-6 SM oleh Raja Nebukadnezar II untuk istrinya, Amytis dari Media, yang rindu akan pegunungan hijau di kampung halamannya.

Sebagai bukti cintanya, sang raja menciptakan taman bertingkat yang dipenuhi tanaman eksotis, air terjun buatan, dan pepohonan rimbun—pemandangan yang luar biasa di tengah gurun gersang Mesopotamia.

Yang membuat taman ini begitu luar biasa adalah sistem irigasi yang diduga sangat maju. Mesopotamia memiliki sedikit curah hujan, sehingga para insinyur Babilonia mungkin telah menggunakan sistem roda air atau pompa sekrup Archimedes untuk mengalirkan air dari Sungai Efrat ke taman yang bertingkat-tingkat.

Sejarawan Yunani seperti Herodotus dan Strabo menggambarkan taman ini sebagai bangunan megah dengan teras bertingkat yang ditanami beragam pohon dan bunga.

Taman ini dikatakan memiliki jalur-jalur batu yang menghubungkan berbagai bagian taman, serta air yang mengalir dalam bentuk air terjun dan kolam-kolam kecil.

Namun, ada satu masalah besar tidak ada bukti arkeologis langsung yang ditemukan di kota Babilonia modern (di wilayah Irak saat ini). Apakah taman ini benar-benar ada, atau hanya mitos yang berkembang selama berabad-abad?

Meskipun banyak sumber kuno yang menyebut taman ini, para arkeolog belum menemukan reruntuhan yang secara pasti dapat diidentifikasi sebagai Taman Gantung Babilonia.

Beberapa ahli percaya bahwa taman ini hanyalah cerita yang dilebih-lebihkan dari keindahan taman-taman kerajaan Babilonia yang sebenarnya lebih sederhana.

Jika taman ini memang dibangun dengan sistem irigasi canggih, maka sangat mungkin bahan-bahan bangunannya sudah runtuh dan terkikis oleh waktu tanpa meninggalkan sisa yang cukup untuk ditemukan.

Apakah Taman Gantung Babilonia benar-benar ada, atau hanya mitos yang diceritakan turun-temurun?. Sampai hari ini, misterinya masih belum terpecahkan.

Namun, legenda tentang taman megah di tengah padang pasir ini tetap menjadi simbol kecanggihan arsitektur dan romantisme yang abadi. (*)

Editor : Clavel Lukas
#babilonia