Negosiasi Gencatan Senjata Gaza Terhenti, Tidak Ada Kesepakatan tentang Tujuan Akhir
Kenjiro Tanos• Minggu, 16 Maret 2025 | 16:44 WIB
Bendera Palestina berkibar di antara reruntuhan bangunan di Rafah, Jalur Gaza selatan (Hatem Khaled/Reuters)
MANADOPOST.ID – Upaya diplomasi untuk memperpanjang gencatan senjata di Gaza menemui jalan buntu karena kedua belah pihak yang bertikai tidak memiliki kesepakatan mengenai "tujuan akhir" dari negosiasi, menurut Tamer Qarmout, seorang profesor madya di Institut Studi Pascasarjana Doha.
"Kami masih menemui jalan buntu," kata Qarmout dalam wawancara dengan Al Jazeera. "Tidak ada kesepakatan atau konsensus tentang tujuan akhir negosiasi. Apa yang seharusnya mereka capai?" tambahnya.
Menurut Qarmout, satu-satunya proposal konkret yang sejauh ini telah diajukan untuk mengakhiri konflik adalah rencana Mesir. Rencana tersebut mengusulkan rekonstruksi Gaza dalam tiga tahap serta pembentukan pemerintahan teknokratis yang akan mengambil alih administrasi di wilayah tersebut. Proposal ini telah mendapat dukungan dari beberapa negara Eropa serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Namun, meskipun mendapat dukungan internasional, rencana tersebut menghadapi tantangan besar. Qarmout menyoroti adanya perbedaan pendapat di dalam pemerintahan Amerika Serikat mengenai kelayakan proposal tersebut. "Di pihak AS, ada pendapat yang bertentangan tentang bagaimana seharusnya penyelesaian ini dijalankan," katanya.
Sementara itu, respons Israel terhadap rencana tersebut terbilang negatif atau bahkan tidak ada sama sekali. "Di pihak Israel, ada penolakan atau bungkam total. Jelas, Israel tidak ingin perang ini berakhir," ujar Qarmout.
Situasi ini menambah kompleksitas dalam upaya mencapai solusi diplomatik yang dapat mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza. Tanpa kesepakatan tentang arah akhir dari negosiasi, kemungkinan perpanjangan gencatan senjata tampak semakin sulit tercapai. (tkg)