MANADOPOST.ID – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio untuk membahas eskalasi ketegangan di Yaman setelah serangan militer besar-besaran yang menargetkan kelompok Houthi.
Dalam percakapan tersebut, Lavrov mendesak Washington untuk segera terlibat dalam dialog politik guna meredakan situasi dan menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.
Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Rusia, Lavrov menanggapi argumen yang disampaikan oleh perwakilan Amerika Serikat dengan menekankan bahwa penggunaan kekuatan harus segera dihentikan.
Ia juga menyoroti pentingnya mencari solusi politik yang melibatkan semua pihak terkait agar konflik di kawasan tersebut tidak semakin memburuk.
“Menanggapi argumen perwakilan Amerika, Sergey Lavrov menekankan perlunya penghentian segera penggunaan kekuatan dan pentingnya semua pihak untuk terlibat dalam dialog politik guna menemukan solusi yang akan mencegah pertumpahan darah lebih lanjut,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.
Serangan terbaru terhadap Houthi di Yaman telah memicu reaksi internasional, dengan berbagai negara menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Rusia, yang selama ini menekankan pendekatan diplomatik dalam menyelesaikan konflik global, kembali menegaskan sikapnya bahwa solusi militer hanya akan memperburuk keadaan dan memperpanjang penderitaan warga sipil.
Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari pihak AS mengenai permintaan Rusia untuk mengedepankan dialog dalam menangani situasi di Yaman. Namun, perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan geopolitik antara kekuatan besar terus berlanjut di tengah meningkatnya krisis di Timur Tengah. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos