MANADOPOST.ID – Perang yang terus berkecamuk di Gaza telah menghancurkan satu-satunya sumber ikan segar di wilayah tersebut, menyebabkan ratusan nelayan kehilangan sumber pendapatan utama mereka.
Serangan Israel telah menghancurkan perahu, pelabuhan, dan peralatan penangkapan ikan, memperparah krisis ekonomi dan kemanusiaan di daerah kantong yang telah lama berada di bawah blokade.
Dengan infrastruktur perikanan yang porak-poranda, warga Palestina kini hanya dapat menangkap ikan di zona penangkapan yang ditentukan, yang jauh lebih sempit dan terbatas. Hal ini menyebabkan drastisnya penurunan hasil tangkapan dan semakin menyulitkan kehidupan para nelayan yang sudah berada dalam kondisi rentan.
Menurut laporan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), rata-rata tangkapan harian ikan di Gaza antara Oktober 2023 hingga April 2024 hanya mencapai 7,3 persen dari level pada tahun 2022.
Penurunan produksi ini diperkirakan telah menyebabkan kerugian ekonomi sebesar $17,5 juta, menambah beban ekonomi yang sudah berat akibat perang dan blokade berkepanjangan.
Hani Mahmoud, jurnalis Al Jazeera yang melaporkan langsung dari Gaza, menggambarkan bagaimana satu-satunya pelabuhan di wilayah tersebut kini berubah menjadi simbol keputusasaan bagi penduduk setempat.
“Satu-satunya pelabuhan Gaza, yang dulu menjadi simbol harapan, kini berubah menjadi tempat yang penuh kesedihan di bawah pengepungan Israel,” katanya. “Selama bertahun-tahun, pelabuhan ini menyediakan mata pencaharian bagi nelayan Gaza dan menjadi tempat pelarian bagi warga yang ingin menikmati ketenangan di tengah kehidupan yang sulit. Namun sekarang, pelabuhan ini hancur, diblokade, dan tidak lagi bisa digunakan.”
Bagi nelayan seperti Sami al-Najjar, seorang warga kamp pengungsi Shati, situasi ini menjadi pukulan telak.
“Kami kehilangan segalanya. Kapal-kapal kami dihancurkan dan ditenggelamkan oleh tentara Israel selama operasi militernya di Gaza,” kata al-Najjar kepada Al Jazeera. “Sebaliknya, kami sekarang hanya bisa menggunakan alat pancing seadanya dan hanya menangkap cukup ikan untuk memberi makan keluarga kami. Tidak ada lagi yang tersisa untuk dijual.”
Krisis yang dihadapi komunitas nelayan ini hanyalah salah satu dari banyak dampak buruk perang terhadap kehidupan warga Gaza. Dengan sumber makanan yang semakin menipis, infrastruktur yang hancur, dan blokade yang terus memperburuk kondisi ekonomi, masa depan bagi ribuan nelayan dan keluarga mereka masih diselimuti ketidakpastian. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos