Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Komisaris UNRWA Sebut Gaza di Ambang Bencana Kemanusiaan, Serukan Gencatan Senjata

Kenjiro Tanos • Kamis, 20 Maret 2025 | 23:15 WIB
AS dan negara-negara lain memotong bantuan UNRWA pada saat bantuan tersebut paling dibutuhkan bagi lebih dari dua juta warga Palestina (Amr Abdallah Dalsh/Reuters)
AS dan negara-negara lain memotong bantuan UNRWA pada saat bantuan tersebut paling dibutuhkan bagi lebih dari dua juta warga Palestina (Amr Abdallah Dalsh/Reuters)

MANADOPOST.ID - Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini memperingatkan bahwa situasi di Gaza terus memburuk dan yang terburuk mungkin belum terjadi, mengingat invasi darat Israel yang sedang berlangsung serta pemboman tanpa henti dari udara dan laut.

Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa serangan selama tiga hari terakhir telah semakin memisahkan wilayah utara dan selatan Gaza, memperburuk penderitaan warga sipil yang telah menghadapi lebih dari satu tahun perang tanpa henti.

“Kami khawatir bahwa yang terburuk belum terjadi mengingat invasi darat yang sedang berlangsung yang memisahkan utara dari selatan,” ujar Lazzarini.

Ia menyoroti bagaimana perintah evakuasi yang terus-menerus dikeluarkan telah memaksa puluhan ribu orang mengungsi tanpa kepastian tempat berlindung.

Menurutnya, banyak warga Palestina telah berpindah tempat berkali-kali sejak konflik ini dimulai, diperlakukan seperti “bola pinball,” tanpa arah dan tanpa jaminan keselamatan.

Penderitaan tidak hanya dirasakan oleh warga sipil, tetapi juga oleh staf kemanusiaan yang bekerja di garis depan.

Lazzarini mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, lima staf UNRWA lainnya tewas dalam serangan, sehingga total korban jiwa di antara staf badan tersebut mencapai 284 orang.

“Mereka adalah guru, dokter, dan perawat yang mendedikasikan hidup mereka untuk melayani yang paling rentan,” tambahnya.

Ketika pengepungan terhadap Gaza semakin ketat, Lazzarini menyampaikan keprihatinannya bahwa warga Palestina di daerah kantong tersebut terus menghadapi mimpi buruk tanpa akhir.

“Di bawah pengawasan harian kita, orang-orang di Gaza berulang kali mengalami cobaan paling tidak manusiawi yang terus berulang tanpa ada akhirnya,” katanya.

Lazzarini mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak guna mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar.

Ia menyerukan gencatan senjata segera, pembebasan semua tawanan, serta pemulihan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Sementara itu, kondisi di Gaza semakin memburuk dengan keterbatasan akses terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Organisasi kemanusiaan telah memperingatkan bahwa jika blokade dan serangan terus berlanjut, jumlah korban tewas dan penderitaan warga sipil akan semakin meningkat.

Hingga saat ini, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap seruan UNRWA, sementara tekanan internasional untuk menghentikan kekerasan terus meningkat. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#kemanusiaan #Gaza #unrwa