Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Duta Besar AS di PBB: Hamas Bertanggung Jawab Atas Perang di Gaza

Kenjiro Tanos • Kamis, 20 Maret 2025 | 23:21 WIB
Pemandangan udara menunjukkan warga Palestina berjalan melewati puing-puing rumah dan bangunan yang hancur di Jabalia di Jalur Gaza utara, pada 19 Januari 2025 (Mahmoud Al-Basos/Reuters)
Pemandangan udara menunjukkan warga Palestina berjalan melewati puing-puing rumah dan bangunan yang hancur di Jabalia di Jalur Gaza utara, pada 19 Januari 2025 (Mahmoud Al-Basos/Reuters)

MANADOPOST.ID - Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dorothy Shea menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Hamas bertanggung jawab penuh atas perang dan dimulainya kembali permusuhan di Gaza.

Pernyataan ini disampaikan setelah Hamas dianggap gagal menanggapi peringatan Presiden Donald Trump terkait pembebasan sandera yang ditahan oleh kelompok tersebut.

“Trump telah menegaskan: Hamas harus membebaskan semua sandera sekarang atau akan ada hukuman berat,” kata Shea, menegaskan sikap tegas pemerintah AS terhadap kelompok tersebut.

Menurut Shea, konflik dapat segera berakhir jika Hamas bersedia mengambil langkah konkret untuk menghentikan pertempuran.

“Pertempuran dapat berakhir besok jika Hamas membebaskan para sandera dan meletakkan senjatanya,” ujarnya.

Namun, ia menuduh Hamas terus menolak berbagai proposal untuk memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya telah berlaku.

Duta Besar Shea juga mengutuk keras tindakan Hamas menyebut kelompok itu sebagai organisasi teroris yang bertanggung jawab atas serangan paling mematikan terhadap orang Yahudi sejak Holocaust.

“Kita harus mengakui Hamas apa adanya: organisasi teroris biadab yang dengan sengaja melakukan pembantaian terburuk terhadap orang Yahudi sejak Holocaust,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Hamas menolak tuduhan AS dan Israel terkait kegagalan memperpanjang fase pertama gencatan senjata.

Hamas menegaskan tetap berkomitmen untuk melaksanakan kesepakatan tiga fase yang sebelumnya telah disepakati oleh semua pihak.

Kesepakatan tersebut mencakup pembebasan lebih banyak tawanan serta penghentian perang secara permanen dalam tahap berikutnya.

Ketegangan di Dewan Keamanan PBB terus meningkat, dengan berbagai negara menyerukan solusi diplomatik guna mengakhiri konflik yang telah menyebabkan ribuan korban jiwa di Gaza.

Sementara AS secara tegas mendukung posisi Israel, negara-negara lain, termasuk beberapa anggota tetap Dewan Keamanan, terus mendorong upaya gencatan senjata dan penyelesaian politik yang lebih luas. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Dubes AS untuk PBB #Hamas #Gaza #Israel