MANADOPOST.ID - Gaza kembali berduka setelah serangan militer Israel menghantam Rumah Sakit Persahabatan Turki untuk Pasien Kanker, satu-satunya fasilitas medis di Jalur Gaza yang menangani pasien kanker.
Rumah sakit yang terletak di Gaza bagian tengah itu menjadi target serangan terbaru di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Serangan ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Rumah sakit tersebut sebelumnya telah mengalami kerusakan parah akibat serangan udara Israel pada Oktober 2023, yang menghambat operasionalnya dan membahayakan nyawa ratusan pasien yang sangat bergantung pada layanan medisnya.
Krisis kesehatan di Gaza semakin parah, dengan rusaknya fasilitas ini, pasien kanker kini tidak memiliki tempat untuk menjalani perawatan yang layak.
Jalur Gaza, yang telah lama berada di bawah blokade, mengalami kekurangan obat-obatan, peralatan medis, serta tenaga kesehatan yang memadai.
Para dokter dan petugas medis yang tersisa berjuang di tengah keterbatasan untuk merawat pasien yang semakin hari semakin bertambah akibat konflik yang tak kunjung usai.
Seorang petugas medis yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa serangan ini semakin memperburuk situasi yang sudah genting.
"Kami sudah kehilangan banyak obat dan fasilitas. Pasien kanker yang sangat bergantung pada perawatan ini kini tidak tahu harus berbuat apa. Banyak dari mereka berada dalam kondisi kritis, dan tanpa rumah sakit ini, peluang mereka untuk bertahan hidup semakin kecil," ujarnya.
Di sisi lain, keluarga pasien kanker kini diliputi ketakutan dan kecemasan. Seorang kerabat pasien mengatakan bahwa mereka tidak tahu harus membawa anggota keluarganya ke mana untuk mendapatkan pengobatan.
"Kami tidak bisa pergi ke luar Gaza, dan sekarang satu-satunya rumah sakit yang bisa membantu mereka justru diserang. Ini adalah bencana kemanusiaan," katanya.
Sejak dimulainya konflik terbaru, berbagai fasilitas kesehatan di Gaza telah menjadi target serangan, meskipun hukum internasional melarang serangan terhadap infrastruktur medis.
Komunitas internasional telah berulang kali menyerukan perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas kesehatan, tetapi serangan tetap berlanjut, semakin memperburuk kondisi kehidupan di wilayah yang sudah terisolasi tersebut.
Situasi ini menambah panjang daftar pelanggaran terhadap hak asasi manusia di Gaza, yang kini menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarahnya.
Dengan semakin terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan, masa depan para pasien kanker di wilayah itu menjadi semakin suram. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos