MANADOPOST.ID - Kementerian Kesehatan di Sanaa melaporkan bahwa serangan udara yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat sejak 15 Maret telah menewaskan sedikitnya 61 warga sipil dan melukai 139 lainnya.
Eskalasi serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama akibat konflik yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman.
Militer AS telah melakukan serangan hampir setiap hari, sebagai bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk "memusnahkan sepenuhnya" kelompok Houthi, yang selama ini menentang kebijakan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Namun, serangan tersebut justru menambah jumlah korban dari kalangan warga sipil, memicu kecaman dari berbagai pihak yang menilai bahwa tindakan ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman.
Sementara itu, kelompok Houthi menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan operasi militernya terhadap Israel maupun kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah.
Mereka menyatakan bahwa serangan mereka akan terus berlanjut hingga Israel mengakhiri agresinya terhadap Gaza—sebuah tindakan yang oleh para ahli PBB telah digambarkan sebagai genosida.
Dengan ketegangan yang terus meningkat, banyak pihak mengkhawatirkan bahwa konflik ini dapat meluas dan semakin memperumit situasi di Timur Tengah.
Komunitas internasional pun didesak untuk mengambil langkah-langkah diplomatik guna mencegah lebih banyak korban jiwa serta mengurangi dampak krisis kemanusiaan yang kini semakin parah. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos