Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Donald Trump Serukan Perusahaan Kembali ke AS, Janji Bebas Tarif dan Bebas Hambatan Lingkungan

Kenjiro Tanos • Rabu, 9 April 2025 | 22:04 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID - Presiden Donald Trump menyerukan kepada perusahaan-perusahaan besar untuk memindahkan operasi bisnis mereka kembali ke tanah Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya yang penuh semangat, Presiden Trump menawarkan sejumlah insentif, termasuk pembebasan dari tarif perdagangan dan proses perizinan energi yang lebih cepat, sebagai bagian dari upayanya untuk memacu pertumbuhan industri domestik, khususnya sektor energi dan manufaktur.

“TANPA TARIF, dan penyambungan dan persetujuan Listrik/Energi yang hampir seketika. Tidak Ada Penundaan Lingkungan. JANGAN TUNGGU, LAKUKAN SEKARANG!” tulis Trump dalam unggahan di media sosialnya, yang segera menuai sorotan luas dari publik dan para pengamat kebijakan.

Pernyataan itu datang bersamaan dengan langkah konkret dari pemerintahannya.

Pada hari Selasa (8/4), Presiden Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang bertujuan untuk "memacu" industri batu bara domestik, yang selama beberapa dekade terakhir mengalami penurunan tajam akibat kekhawatiran atas dampaknya terhadap lingkungan dan peralihan global ke energi bersih.

Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya Trump untuk memangkas regulasi yang dinilainya menghambat pertumbuhan ekonomi.

Ia juga mengklaim bahwa penundaan karena regulasi lingkungan selama ini menjadi penghalang utama bagi industri untuk berkembang dan menciptakan lapangan kerja.

Namun, pendekatan ini memicu kontroversi. Trump dikenal luas atas pandangannya yang kontroversial terhadap perubahan iklim, yang pernah ia sebut sebagai “tipuan”.

Pernyataan tersebut bertentangan langsung dengan konsensus ilmiah global yang menyatakan bahwa perubahan iklim adalah ancaman nyata dan mendesak bagi planet ini, yang disebabkan oleh aktivitas manusia termasuk pembakaran bahan bakar fosil.

Kelompok-kelompok lingkungan dan sebagian besar komunitas ilmiah mengkritik tajam keputusan ini, menyebutnya sebagai langkah mundur dalam perjuangan melawan pemanasan global.

Mereka khawatir bahwa penghapusan hambatan lingkungan hanya akan memperburuk krisis iklim dan merusak reputasi AS dalam kepemimpinan iklim global.

Meski demikian, para pendukung Trump menyambut langkah ini sebagai bentuk keberpihakan terhadap industri dalam negeri dan upaya nyata untuk menciptakan lapangan kerja di sektor energi tradisional seperti batu bara dan minyak.

Dengan Pemilu semakin dekat, langkah ini juga dinilai sebagai strategi politik Trump untuk menarik dukungan dari negara-negara bagian penghasil energi dan kelompok industri besar yang selama ini menjadi basis pendukungnya.

Waktu akan membuktikan apakah strategi ini mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi ekonomi AS—atau justru membawa konsekuensi lingkungan yang lebih besar di masa depan. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#donald trump #Amerika Serikat #perusahaan