Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Wall Street Bergejolak: S&P 500 Terjun Bebas Sejak Tarif Donald Trump Diberlakukan

Kenjiro Tanos • Rabu, 9 April 2025 | 22:13 WIB
Donald Trump
Donald Trump

MANADOPOST.ID — Pasar saham Amerika Serikat dibuka dengan pergerakan yang beragam pada perdagangan hari ini, mencerminkan ketidakpastian yang terus membayangi pasar global sejak dimulainya kebijakan tarif Presiden Donald Trump.

Ketegangan perdagangan yang meningkat tampaknya terus menekan sentimen investor, dengan indeks utama bergerak ke arah yang berbeda.

Dow Jones Industrial Average, yang mencerminkan kinerja 30 perusahaan besar AS, dibuka melemah cukup tajam.

Indeks turun sekitar 257,7 poin atau sekitar 0,68 persen, memperpanjang tren negatif yang telah terlihat dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, Nasdaq Composite Index yang didominasi oleh saham-saham teknologi justru mengalami kenaikan tipis.

Indeks ini naik sebesar 27,5 poin atau sekitar 0,18 persen, didorong oleh kinerja positif dari sejumlah perusahaan teknologi besar yang relatif tahan terhadap dampak langsung dari perang dagang.

Namun perhatian terbesar tertuju pada indeks S&P 500—indikator utama yang melacak 500 perusahaan publik terbesar di AS. S&P 500 dibuka turun 17,5 poin atau 0,35 persen.

Yang lebih mengkhawatirkan, indeks ini menunjukkan penurunan signifikan sejak kebijakan tarif diumumkan oleh Presiden Trump.

Pada 2 April, saat Trump mengumumkan niatnya untuk mengenakan tarif terhadap berbagai negara mitra dagang utama, S&P 500 berada di level sekitar 5.670 poin.

Hari ini, indeks tersebut dibuka di angka 4.965 poin, mencerminkan penurunan tajam lebih dari 700 poin dalam kurun waktu relatif singkat.

Penurunan ini menjadi sinyal peringatan bagi banyak pelaku pasar. S&P 500 sering digunakan sebagai tolok ukur utama untuk mengukur kesehatan ekonomi Amerika secara keseluruhan.

Ketika indeks ini menurun secara konsisten, hal itu menunjukkan bahwa para investor mulai kehilangan kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di tengah kebijakan proteksionis yang agresif.

Para analis memperingatkan bahwa jika ketidakpastian ini terus berlanjut tanpa adanya kejelasan tentang akhir dari perang tarif, pasar dapat terus mengalami tekanan.

Sementara itu, para pelaku usaha dan investor terus memantau langkah selanjutnya dari pemerintahan Trump, berharap akan ada sinyal positif yang bisa mengembalikan stabilitas di pasar keuangan. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#donald trump #Amerika Serikat #Wall Street