Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Krisis Kemanusiaan Memuncak: Seluruh Wilayah Utara Gaza Kini Tanpa Akses Layanan Medis Setelah 36 Rumah Sakit Lumpuh Total

Kenjiro Tanos • Minggu, 13 April 2025 | 14:52 WIB
Warga Palestina memeriksa Rumah Sakit Arab al-Ahli [Dawoud Abu Alkas/Reuters]
Warga Palestina memeriksa Rumah Sakit Arab al-Ahli [Dawoud Abu Alkas/Reuters]

MANADOPOST.ID - Kondisi di wilayah utara Jalur Gaza kini mencapai titik nadir dalam krisis kemanusiaan. Seluruh sistem layanan kesehatan di kawasan tersebut, termasuk Kota Gaza, secara praktis telah runtuh.

Rumah sakit-rumah sakit yang dulunya menjadi sandaran masyarakat untuk memperoleh pertolongan medis kini tidak lagi berfungsi.

Salah satu contohnya adalah rumah sakit yang sebelumnya menjadi tumpuan utama layanan kesehatan, yang kini benar-benar telah berhenti beroperasi. Tidak ada lagi kapasitas tersisa untuk memberikan perawatan medis yang layak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Akibat dari lumpuhnya fasilitas kesehatan ini sangatlah besar. Pasien yang membutuhkan penanganan medis mendesak kini tidak lagi memiliki tempat untuk mencari pertolongan.

Kondisi ini menyebar luas di seluruh wilayah utara Gaza, menciptakan situasi di mana tidak ada lagi alternatif medis yang dapat diandalkan oleh ratusan ribu warga yang terkena dampak.

Yang terjadi bukanlah kerusakan pada satu atau dua rumah sakit saja, melainkan kehancuran total terhadap jaringan kesehatan yang lebih besar. Sebanyak 36 rumah sakit, termasuk yang dikelola oleh pihak swasta, telah hancur atau tidak lagi beroperasi. Ini mencerminkan skala kehancuran yang begitu masif dan mendalam terhadap infrastruktur kesehatan di Gaza.

Dua rumah sakit yang sebelumnya masih sempat memberikan harapan — Rumah Sakit Indonesia dan Rumah Sakit Kamal Adwan — kini juga berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Keduanya tidak lagi memiliki kapasitas untuk menangani pasien, baik dari segi tempat tidur, tenaga medis, maupun peralatan. Mereka tidak sanggup menampung gelombang besar warga yang terluka atau membutuhkan bantuan medis.

Dengan runtuhnya sistem layanan medis konvensional, warga kini bergantung pada titik-titik layanan darurat yang dikelola oleh organisasi internasional dan misi kemanusiaan.

Namun jumlah fasilitas ini sangat terbatas dan mereka kini kewalahan menghadapi arus korban yang terus berdatangan, khususnya setelah evakuasi besar-besaran dari Rumah Sakit al-Ahli. Mereka harus menangani berbagai kasus medis dalam kondisi yang sangat jauh dari ideal, tanpa dukungan penuh dari sistem kesehatan formal.

Situasi ini merupakan sebuah peringatan bahwa tanpa upaya nyata dari komunitas internasional untuk memulihkan layanan kesehatan di Gaza, maka krisis kemanusiaan ini akan terus memburuk dan merenggut semakin banyak nyawa yang tak berdosa. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#krisis kemanusiaan #lumpuh total #layanan medis #Gaza Utara