Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Menteri Inggris Desak Akhiri Blokade Gaza, Peringatkan Risiko Kelaparan Massal

Kenjiro Tanos • Minggu, 27 April 2025 | 16:18 WIB
Anak-anak Palestina menunggu untuk mengambil air, sebelum gencatan senjata mulai berlaku pada hari Minggu, di Kota Gaza, 16 Januari 2025 (Mahmoud Issa/Reuters)
Anak-anak Palestina menunggu untuk mengambil air, sebelum gencatan senjata mulai berlaku pada hari Minggu, di Kota Gaza, 16 Januari 2025 (Mahmoud Issa/Reuters)

MANADOPOST.ID - Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk seiring dengan habisnya stok makanan dari Program Pangan Dunia (WFP), memicu keprihatinan mendalam dari komunitas internasional.

Hamish Falconer, Menteri Inggris untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, menyampaikan kecaman keras terhadap blokade Israel yang dinilai memperburuk situasi di wilayah yang sudah tercekik oleh perang berkepanjangan.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform X, Falconer menegaskan bahwa pemblokiran bantuan oleh Israel kini menempatkan jutaan warga sipil Gaza, termasuk sekitar satu juta anak-anak, dalam bayang-bayang kelaparan.

"Pemblokiran bantuan Israel yang menghancurkan membuat warga sipil, termasuk 1 juta anak-anak, berisiko kelaparan," tulisnya, memperingatkan bahwa kegagalan untuk mengatasi kondisi ini dapat berujung pada bencana kemanusiaan yang jauh lebih besar.

Falconer juga mengingatkan bahwa Inggris, bersama dengan Prancis dan Jerman, telah mengambil sikap tegas terhadap situasi ini.

Ia merujuk pada pernyataan bersama ketiga negara pada 23 April lalu, yang secara gamblang meminta Israel untuk segera mengakhiri blokade terhadap Gaza.

"Inggris, Prancis, dan Jerman tegas – blokade ini harus diakhiri," tambahnya, mencerminkan kegelisahan yang semakin meluas di antara negara-negara Barat atas pendekatan Israel dalam mengelola akses bantuan ke wilayah yang dilanda konflik tersebut.

Tidak hanya soal bantuan makanan, Falconer juga menyoroti insiden tragis yang melibatkan kematian sejumlah pekerja bantuan dalam serangan militer Israel. Dalam unggahan terpisah, ia mendesak dilakukannya penyelidikan penuh atas setiap serangan yang telah menewaskan relawan kemanusiaan.

"Israel harus meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab, dan memastikan hal ini tidak akan pernah terjadi lagi," tegas Falconer, menuntut akuntabilitas yang nyata atas insiden-insiden yang memperburuk penderitaan di Gaza.

Seruan Falconer mencerminkan tekanan internasional yang terus meningkat terhadap Israel untuk mengubah pendekatannya di Gaza, di tengah laporan berulang tentang kelangkaan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Dengan stok makanan WFP yang telah habis, prospek kelaparan massal membayangi lebih dari dua juta penduduk Gaza, yang sebagian besar sudah bergantung pada bantuan untuk bertahan hidup.

Sementara dunia menantikan tindakan konkret untuk meredakan krisis ini, suara-suara dari pemimpin dunia seperti Falconer mempertegas bahwa komunitas internasional tidak lagi bisa berpangku tangan menyaksikan penderitaan yang terjadi di Jalur Gaza. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#blokade #Krisis Kemanusiaan di Gaza #Gaza #program pangan dunia