Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Gelombang Serangan Udara Amerika Serikat Guncang Yaman, Delapan Warga Sipil Dilaporkan Terluka

Kenjiro Tanos • Minggu, 27 April 2025 | 16:21 WIB
Kebakaran terjadi setelah serangan udara di kota pelabuhan Hodeidah Yaman pada 20 Juli 2024 (Handout/Pusat Media Ansarullah melalui AFP)
Kebakaran terjadi setelah serangan udara di kota pelabuhan Hodeidah Yaman pada 20 Juli 2024 (Handout/Pusat Media Ansarullah melalui AFP)

MANADOPOST.ID - Ketegangan di Yaman kembali memuncak setelah jet-jet tempur Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara baru pada Sabtu malam, mengguncang beberapa provinsi di negara itu.

Serangan yang dilaporkan oleh media yang berafiliasi dengan Ansar Allah (Houthi) ini menargetkan sejumlah wilayah, terutama di ibu kota Sanaa dan provinsi utara Saada, memperparah krisis kemanusiaan yang telah lama membelit negeri tersebut.

Menurut laporan, di wilayah Saada, serangan mencakup tiga serangan udara yang menghantam sekitar kota Saada, serta empat serangan tambahan yang mengguncang distrik Kitaf.

Sementara itu, di Sanaa, serangan udara dilancarkan ke berbagai titik, termasuk kawasan Al-Sab’een, dengan satu serangan menghantam sebuah rumah yang berada dekat Rumah Sakit Lebanon, fasilitas kesehatan penting di ibu kota tersebut.

Tidak berhenti di situ, serangan lain juga diarahkan ke lingkungan permukiman di distrik Bani Al-Harith di utara Sanaa, yang mengakibatkan sedikitnya delapan warga sipil mengalami luka-luka.

Sumber-sumber lokal menggambarkan serangan tersebut sebagai agresi terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil yang sudah rapuh akibat perang bertahun-tahun. Rumah-rumah yang hancur dan korban luka-luka kembali menambah beban pada rumah sakit dan pusat-pusat medis yang telah beroperasi di bawah tekanan luar biasa.

Serangan udara ini terjadi dalam konteks eskalasi yang lebih luas, setelah laporan menyebutkan bahwa pasukan AS telah melakukan lebih dari 15 serangan di provinsi Hodeidah, Saada, Marib, dan Al Mahwit dalam beberapa hari terakhir.

Gelombang serangan ini menandai meningkatnya keterlibatan militer AS di wilayah tersebut, yang menurut para analis dapat memperburuk situasi kemanusiaan dan memperpanjang siklus kekerasan yang sudah berlangsung lebih dari delapan tahun.

Belum ada komentar resmi dari pihak Amerika Serikat mengenai laporan serangan ini. Namun, eskalasi serangan udara di Yaman kian memicu keprihatinan internasional atas keselamatan warga sipil dan keberlangsungan upaya-upaya perdamaian yang rapuh di negara itu.

Warga di Sanaa dan Saada kini hidup dalam ketakutan, dengan suara ledakan yang kembali menjadi latar kehidupan sehari-hari mereka. Serangan Sabtu malam menjadi pengingat tragis bahwa bagi jutaan rakyat Yaman, perdamaian masih terasa sangat jauh dari kenyataan. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#yaman #Amerika Serikat #warga sipil