MANADOPOST.ID - Dalam sebuah pernyataan yang menggambarkan krisis kemanusiaan yang kian memburuk di Jalur Gaza, dua negara Skandinavia, Denmark dan Norwegia, menyampaikan keprihatinan mendalam atas blokade total yang diberlakukan Israel selama hampir dua bulan terakhir.
Pernyataan itu disampaikan dalam sidang terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membahas situasi di Timur Tengah, termasuk konflik Israel-Palestina yang terus berlarut.
Christina Markus Lassen, perwakilan tetap Denmark untuk PBB, menyoroti perkembangan yang ia sebut sebagai sangat memprihatinkan di wilayah Gaza. Ia menyatakan bahwa tidak ada bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk selama hampir dua bulan, akibat dari blokade total yang diberlakukan oleh Israel.
Akibatnya, dua juta warga sipil yang tidak bersalah kini terputus dari akses terhadap bantuan dasar, termasuk makanan, air bersih, dan perawatan medis yang mendesak.
Dalam pidatonya yang disampaikan dengan nada tegas, Lassen juga mengecam keras serangan terhadap pekerja kemanusiaan, tenaga medis, serta fasilitas kesehatan, yang menurutnya merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional.
Pernyataan senada datang dari Stine Renate Haheim, Sekretaris Negara untuk Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, yang berbicara atas nama pemerintahnya.
Ia menekankan bahwa Norwegia sangat prihatin terhadap terputusnya akses terhadap bantuan krusial dan barang-barang pokok di Gaza.
Haheim mengingatkan bahwa Israel memiliki kewajiban hukum internasional untuk memastikan akses terhadap bantuan penyelamatan jiwa bagi penduduk sipil yang berada dalam kondisi darurat.
Norwegia juga menegaskan kecaman terhadap semua serangan yang ditujukan kepada para pekerja kemanusiaan.
Haheim menegaskan bahwa sangat penting bagi dunia internasional untuk memastikan perlindungan bagi mereka yang setiap hari mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan orang lain.
Menurutnya, tanpa jaminan perlindungan, pekerjaan kemanusiaan yang sudah sangat sulit menjadi hampir mustahil dijalankan di tengah medan konflik yang semakin membahayakan.
Pernyataan kedua negara tersebut mencerminkan kekhawatiran internasional yang terus tumbuh terhadap dampak blokade terhadap warga sipil Gaza.
Di tengah laporan yang menyebutkan meningkatnya angka kekurangan gizi, runtuhnya layanan kesehatan, dan kehancuran infrastruktur dasar, tekanan kepada Israel dari komunitas internasional terus menguat agar membuka kembali jalur bantuan secara aman dan tanpa hambatan.
Sidang Dewan Keamanan kali ini berlangsung dalam suasana yang menegangkan, mencerminkan urgensi situasi di lapangan yang memerlukan langkah nyata dan segera dari negara-negara anggota PBB.
Seruan Denmark dan Norwegia menjadi bagian dari upaya diplomatik yang lebih luas untuk menempatkan perlindungan terhadap warga sipil sebagai prioritas utama di tengah konflik yang masih jauh dari penyelesaian. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos