Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Siapa Robert Francis Prevost? Paus Terpilih ke-267 dan Pertama dari Amerika Serikat

Kenjiro Tanos • Jumat, 9 Mei 2025 | 00:35 WIB
Robert Francis Prevost
Robert Francis Prevost

MANADOPOST.ID — Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik Roma pada Kamis (8/5) dan memilih nama Paus Leo XIV.

Ia menjadi paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat, mengakhiri konklaf selama dua hari yang diikuti oleh 133 kardinal dari berbagai negara.

Terpilihnya Leo XIV diumumkan secara simbolis melalui kemunculan asap putih dari cerobong Kapel Sistina di Vatikan, menandai terpilihnya pemimpin baru bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.

Ia menggantikan mendiang Paus Fransiskus, yang wafat bulan lalu, dan kini menghadapi tantangan besar: melanjutkan visi reformis pendahulunya atau menetapkan arah baru bagi gereja.

Robert Francis Prevost lahir di Chicago, Amerika Serikat, 69 tahun lalu.

Ia adalah anggota Ordo Santo Agustinus dan telah lama dikenal sebagai sosok yang rendah hati, multibahasa, dan berpengalaman lintas budaya.

Ia ditahbiskan sebagai imam pada usia 27 tahun dan meraih gelar doktor hukum kanon di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas, Roma.

Meski berkewarganegaraan Amerika, sebagian besar kehidupan rohani dan pelayanannya dijalani di luar negeri.

Selama dua dekade ia mengabdi di Peru sebagai misionaris, imam paroki, guru, dan akhirnya menjadi uskup.

Ia juga menjadi warga negara Peru dan pemimpin global bagi ordo religiusnya.

Di Vatikan, ia menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, lembaga yang bertanggung jawab atas seleksi dan pengawasan uskup di seluruh dunia — salah satu posisi paling berpengaruh di Takhta Suci.

Leo XIV dikenal memiliki perhatian besar terhadap kaum miskin, migran, dan umat yang terpinggirkan.

Dalam sebuah wawancara tahun lalu, ia menolak gagasan bahwa seorang uskup harus hidup seperti bangsawan, dan menekankan pentingnya pelayanan yang dekat dengan umat.

Meski dikenal sebagai pribadi yang tenang dan tertutup, ia diperkirakan akan melanjutkan proses konsultatif yang dimulai Paus Fransiskus, seperti melibatkan umat awam dalam pengambilan keputusan gereja.

Namun, pandangannya terhadap isu-isu sosial seperti LGBT masih belum sepenuhnya jelas.

Dalam sebuah pidatonya tahun 2012, ia pernah mengkritik budaya Barat yang dianggap mendukung “gaya hidup homoseksual” dan “keluarga alternatif.”

Namanya juga sempat disorot terkait penanganan kasus pelecehan seksual di lingkungan klerus, isu sensitif yang masih menjadi tantangan serius bagi Gereja Katolik.

Dengan latar belakang internasional dan kepemimpinan spiritual yang luas, Paus Leo XIV diharapkan mampu menyatukan gereja di tengah berbagai perbedaan dan tuntutan zaman. (tkg)

 

Editor : Kenjiro Tanos
#vatikan #Paus Leo XIV #Robert Prevost #kardinal