MANADOPOST.ID - Israel melancarkan serangan udara mendadak ke berbagai target strategis di Iran pada Jumat pagi (13/6) dalam eskalasi terbaru antara dua musuh bebuyutan Timur Tengah.
Serangan itu menyasar fasilitas militer dan nuklir di sejumlah lokasi penting di Iran.
Juru bicara militer Israel menyatakan lebih dari 200 jet tempur diluncurkan untuk menyerang sekitar 100 target.
Dalam pernyataan di platform X, Israel juga mengklaim telah berhasil membunuh tiga petinggi militer Iran, yakni Mohammad Bagheri (Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran), Hossein Salami (Komandan Korps Garda Revolusi Islam/IRGC), dan Mayor Jenderal Gholam Ali Rashid (Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya).
“Ini adalah serangan pencegahan terhadap elemen-elemen yang selama ini merencanakan dan melaksanakan agresi terhadap Israel,” tulis militer Israel.
Serangan ini memicu kemarahan di Teheran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam pidato resmi menegaskan akan membalas.
"Israel akan menerima hukuman berat atas pelanggaran terang-terangan ini,” ujar Khamenei.
Hubungan antara kedua negara memang telah memburuk selama 2024, terutama sejak serangan Iran ke wilayah Israel pada 2 Oktober lalu, di mana lebih dari 180 rudal balistik diluncurkan sebagai respons atas pembunuhan warga sipil dan pimpinan kelompok perlawanan di Gaza dan Lebanon.
Kali ini, eskalasi meningkat ke arah konfrontasi langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sejumlah pengamat memperingatkan bahwa bentrokan ini bisa berkembang menjadi konflik kawasan yang lebih luas. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos