MANADOPOST.ID - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan memberikan balasan keras setelah serangan udara besar-besaran Israel ke berbagai fasilitas militer Iran pada Jumat pagi.
Serangan ini dianggap sebagai salah satu aksi militer paling agresif Israel terhadap Iran dalam sejarah konflik kedua negara.
Dalam pidatonya beberapa jam setelah serangan, Khamenei menegaskan, “Kami tidak akan diam. Hukuman berat menanti rezim Zionis."
Israel mengerahkan lebih dari 200 pesawat tempur untuk menghantam sekitar 100 titik di Iran, termasuk infrastruktur militer dan fasilitas yang diduga terkait program nuklir.
Militer Israel mengklaim telah membunuh tiga tokoh militer utama Iran, yang disebut-sebut sebagai otak di balik strategi serangan Iran dan proksi-proksinya.
Kementerian Pertahanan Iran belum mengonfirmasi nama-nama korban, namun menyebut serangan ini sebagai “agresi terbuka” yang akan dibalas secara proporsional.
Ketegangan antara kedua negara terus meningkat sejak awal tahun. Iran sempat membombardir kota-kota besar Israel dengan ratusan rudal pada 2 Oktober sebagai pembalasan atas kematian warga sipil dan tokoh-tokoh milisi. Israel kemudian membalas dengan menghantam lebih dari 20 sasaran militer di Iran pada 25 Oktober.
Kini, serangan Israel pada Jumat (13/6) menandai perubahan besar dalam dinamika konflik, dengan kekhawatiran bahwa kedua negara akan meninggalkan perang proksi dan menuju konfrontasi langsung. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos