MANADOPOST.ID - Setelah Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada Jumat (13/6) perhatian dunia kini tertuju pada perbandingan kekuatan militer kedua negara yang semakin terlibat dalam konfrontasi terbuka.
Menurut data dari The Military Balance 2023, Iran memiliki total 610.000 personel aktif, sementara Israel hanya memiliki 169.500. Namun, kekuatan militer tidak hanya soal jumlah.
Dari sisi anggaran, Israel membelanjakan 27,5 miliar dolar AS pada 2023 untuk pertahanan, naik 24 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara Iran hanya menghabiskan 10,3 miliar dolar AS, naik tipis 0,6 persen.
Di bidang angkatan udara, Israel memiliki 345 pesawat tempur, unggul tipis dari Iran yang memiliki 312 pesawat.
Namun Israel memiliki keunggulan teknologi dan strategi, termasuk sistem pertahanan udara Iron Dome yang terbukti efektif mencegat rudal-rudal Iran saat serangan besar pada 2 Oktober lalu.
Dari sisi angkatan darat, Iran memiliki 10.513 tank tempur, jauh lebih banyak dari Israel yang hanya memiliki 400.
Namun para analis menyebut bahwa kekuatan tank Iran sebagian besar sudah usang dan kurang efisien dalam perang modern.
Di angkatan laut, Iran mengungguli Israel dalam jumlah kapal, dengan 17 kapal selam dan 68 kapal patroli. Sementara itu, Israel memiliki lima kapal selam dan 49 kapal patroli.
Perbedaan lain yang mencolok terlihat dalam sistem pertahanan. Israel mengandalkan Iron Dome, David’s Sling, dan sistem Arrow, yang masing-masing menangani berbagai ancaman udara dari jarak pendek hingga jauh.
Iran, sementara itu, bergantung pada sistem dalam negeri yang efektivitasnya masih dipertanyakan dalam skala konfrontasi langsung seperti yang sedang berlangsung.
Dengan eskalasi terbaru, dunia mulai mengamati apakah ketimpangan ini akan mempengaruhi arah konflik yang kini bergerak cepat ke level yang lebih berbahaya. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos