Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Iran Bantah Klaim Trump Soal Permintaan Pertemuan di Gedung Putih: Kebohongan dan Ancaman Pengecut

Kenjiro Tanos • Rabu, 18 Juni 2025 | 22:48 WIB
Donald Trump
Donald Trump

MANADOPOST.ID - Teheran kembali bersuara lantang terhadap mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kali ini, Iran membantah keras pernyataan Trump yang mengklaim bahwa pejabat Iran pernah menghubunginya untuk mengatur pertemuan di Gedung Putih.

Lewat pernyataan resmi yang diunggah di platform X (sebelumnya Twitter), misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa tudingan Trump adalah karangan belaka.

“Tidak ada pejabat Iran yang pernah meminta untuk merendahkan diri di gerbang Gedung Putih. Satu-satunya hal yang lebih hina daripada kebohongannya adalah ancaman pengecutnya untuk ‘menyingkirkan’ Pemimpin Tertinggi Iran,” tulis perwakilan Iran dengan nada tegas dan penuh kecaman.

Pernyataan keras ini muncul tak lama setelah Trump, dalam sebuah wawancara, menyebut bahwa sejumlah pejabat tinggi Iran pernah menghubunginya secara diam-diam demi membuka jalur diplomasi.

Trump juga mengklaim bahwa selama masa jabatannya, Iran “tak berani bergerak” dan bersikap lebih lunak karena tekanan Amerika Serikat.

Namun Iran menepis semua narasi itu. Misi Iran menegaskan bahwa negara mereka “tidak berunding di bawah tekanan, tidak akan menerima perdamaian di bawah tekanan, dan tentu saja tidak dengan mantan penghasut perang yang berpegang teguh pada relevansi.”

Pernyataan ini sejalan dengan sikap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya menegaskan bahwa rakyat Iran “tidak merespons dengan baik bahasa ancaman.”

Khamenei selama ini dikenal keras terhadap tekanan politik dari negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, yang dianggap selalu memaksakan kehendak lewat sanksi dan tekanan militer.

Ketegangan antara Trump dan Iran memang telah berlangsung sejak masa kepresidenannya, terutama setelah AS menarik diri secara sepihak dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) pada 2018 dan kembali menjatuhkan sanksi berat.

Langkah itu memperburuk hubungan kedua negara dan memicu rangkaian krisis di kawasan Timur Tengah.

Dengan Trump kembali aktif di panggung politik menjelang pemilu presiden AS 2024, komentar-komentar tajam seperti ini diperkirakan akan terus bermunculan.

Namun bagi Iran, narasi Trump tampaknya tidak lebih dari upaya mencari panggung dan menggiring opini publik dengan informasi yang, menurut mereka, tidak berdasar. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#donald trump #iran #Israel