Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Presiden Turki Desak Iran-AS Kembali ke Meja Perundingan, Siap Jadi Fasilitator Dialog Nuklir

Kenjiro Tanos • Sabtu, 21 Juni 2025 | 22:49 WIB
Recep Tayyip Erdogan dipastikan menang dalam pilpres putaran kedua yang digelar pada Minggu (28/5).
Recep Tayyip Erdogan dipastikan menang dalam pilpres putaran kedua yang digelar pada Minggu (28/5).

MANADOPOST.ID - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahwa satu-satunya jalan untuk menyelesaikan ketegangan yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran adalah melalui perundingan.

Hal ini disampaikan Erdogan dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di Istanbul.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor kepresidenan Turki, Erdogan menegaskan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat perlu segera dilanjutkan demi mencegah ketegangan yang dapat memicu konflik lebih luas di kawasan.

Ia juga menyampaikan bahwa Turki siap memainkan peran sebagai fasilitator guna membantu dimulainya kembali dialog antara kedua negara yang berseteru.

Menurut pernyataan tersebut, Erdogan mengatakan bahwa langkah-langkah nyata harus segera diambil untuk membuka ruang diplomasi melalui jalur perundingan teknis maupun dialog langsung di tingkat pemimpin.

Ia menilai bahwa pendekatan diplomatik adalah satu-satunya cara yang masuk akal dan bertanggung jawab dalam menghadapi isu yang kompleks seperti program nuklir Iran, yang selama ini menjadi sumber ketegangan global.

Selain menyoroti pentingnya perundingan nuklir, Erdogan juga mengangkat isu agresi Israel di kawasan.

Dalam pertemuan tersebut, ia menyatakan bahwa tindakan Israel harus segera dihentikan.

Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan Turki terhadap eskalasi kekerasan di Timur Tengah dan ketegangan yang terus meningkat antara berbagai pihak.

Erdogan menegaskan bahwa stabilitas regional hanya dapat dicapai melalui dialog, kerja sama, dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Dalam konteks ini, ia menyerukan kepada semua pihak untuk mengedepankan pendekatan damai dan menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat memperburuk situasi yang sudah rapuh.

Pernyataan Erdogan muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap kemungkinan pecahnya konflik berskala lebih besar antara Iran dan sekutunya melawan blok negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Di sisi lain, prospek kembalinya Iran dan AS ke meja perundingan—yang sebelumnya terhenti sejak keluarnya Washington dari kesepakatan nuklir JCPOA—dinilai semakin kecil akibat eskalasi militer yang terjadi belakangan ini.

Turki, sebagai negara anggota NATO yang juga menjalin hubungan dekat dengan berbagai pihak di kawasan, berupaya memposisikan diri sebagai jembatan diplomatik yang netral.

Komitmen Ankara untuk memfasilitasi dialog antara Teheran dan Washington dinilai sebagai upaya penting untuk meredakan ketegangan dan mencegah dampak lebih lanjut terhadap keamanan regional dan global. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Recep Tayyip Erdogan #presiden turki #iran #Israel