Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Maskapai Dunia Ramai-Ramai Hentikan Penerbangan ke Timur Tengah, Ubah Rute untuk Hindari Zona Perang Israel-Iran

Kenjiro Tanos • Senin, 23 Juni 2025 | 21:02 WIB
Sebuah pesawat jet American Airlines meluncur di landasan pacu untuk lepas landas dari bandara Denver pada tanggal 23 Mei 2025. (Foto AP)
Sebuah pesawat jet American Airlines meluncur di landasan pacu untuk lepas landas dari bandara Denver pada tanggal 23 Mei 2025. (Foto AP)

MANADOPOST.ID - Seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, banyak maskapai penerbangan dunia memilih untuk menangguhkan penerbangan ke sejumlah tujuan di kawasan tersebut.

Beberapa maskapai lainnya mencoba beradaptasi dengan mengubah jalur penerbangan untuk menghindari area konflik yang semakin berbahaya.

Situasi ini memanas setelah Amerika Serikat melakukan serangan udara yang menghantam tiga fasilitas nuklir di Iran, sehari sebelumnya.

Aksi tersebut menandai keterlibatan langsung AS dalam perang yang selama ini berlangsung antara Israel dan Teheran.

Sejak saat itu, Timur Tengah terus berada dalam situasi yang tidak stabil. Israel dan Iran terus melancarkan serangan balasan satu sama lain.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam dan akan membalas serangan Amerika. “Amerika harus menerima tanggapan atas agresi mereka,” ujarnya.

Korban jiwa akibat rangkaian serangan ini terus bertambah. Sejak 13 Juni, ketika Israel memulai serangan besar ke Iran, tercatat lebih dari 400 warga Iran tewas dan lebih dari 3.000 lainnya terluka.

Sementara itu, serangan balasan Iran menyebabkan sedikitnya 24 warga Israel tewas.

Dampak dari konflik ini tidak hanya dirasakan di medan perang, tetapi juga di langit. Lalu lintas udara di wilayah Timur Tengah mengalami penurunan drastis.

Wilayah udara Irak, Suriah, Lebanon, dan Yordania menjadi area yang dihindari, memengaruhi rute penerbangan global yang melintasi kawasan tersebut.

Hal ini berimbas pada penerbangan internasional, tidak hanya di sekitar Iran, Palestina, dan Israel.

Sejak serangan awal Israel pada 13 Juni, gangguan lalu lintas udara semakin meluas. Iran, Irak, dan Yordania menutup wilayah udara mereka. Bandara utama Israel, Ben Gurion di Tel Aviv, sempat ditutup.

Maskapai nasional Israel, El Al, menangguhkan semua penerbangan ke dan dari negara tersebut. Meski begitu, jalur udara Israel sesekali dibuka kembali, terutama untuk mengangkut penumpang yang terlantar akibat penutupan mendadak.

Ketika serangan rudal terus berlanjut antara Israel dan Iran, ratusan penerbangan internasional yang biasanya melintasi Timur Tengah harus dibatalkan atau dialihkan.

Banyak maskapai dunia memutuskan untuk menghindari koridor udara di Teluk demi keselamatan penerbangan.

Beberapa maskapai besar seperti British Airways dan Air France-KLM membatalkan penerbangan ke sejumlah kota besar seperti Dubai, Doha, dan Riyadh pada akhir pekan. Penumpang yang terdampak diberi kesempatan untuk menjadwal ulang penerbangan mereka.

Salah satu penerbangan British Airways dari London ke Dubai terpaksa dialihkan ke Zurich setelah memasuki wilayah udara Saudi.

Penerbangan lainnya bahkan harus kembali ke Heathrow setelah mencapai wilayah udara Mesir.

British Airways juga menghentikan penerbangan ke Bahrain, dan layanan ke beberapa kota di Teluk dihentikan setidaknya hingga akhir Juni.

Singapore Airlines ikut menangguhkan layanan penerbangan dari Singapura ke Dubai setelah melakukan evaluasi keamanan yang ketat.

American Airlines menghentikan penerbangan ke Qatar, sementara United Airlines membatalkan rute ke Dubai. Lufthansa, maskapai asal Jerman, juga menangguhkan penerbangan ke Teheran dan Tel Aviv.

Mereka secara resmi mengumumkan akan menghindari seluruh wilayah udara yang mencakup Iran, Irak, dan Israel untuk sementara waktu.

Situasi ini menggambarkan bagaimana eskalasi konflik di Timur Tengah tidak hanya menimbulkan ketegangan politik dan korban jiwa, tetapi juga mengacaukan konektivitas udara internasional yang selama ini sangat vital.

Belum ada kepastian kapan jalur-jalur udara tersebut dapat kembali normal, sementara maskapai penerbangan dunia terus memantau perkembangan dengan penuh kewaspadaan. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#timur tengah #Perang Israel dan Iran #maskapai penerbangan