Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Waspada! Wabah Chikungunya Merebak di China, 5.000 Kasus Terdeteksi

Jasinta Bolang • Selasa, 5 Agustus 2025 | 23:19 WIB

Ilustrasi Nyamuk Pembawa berbagai penyakit (canva.com)
Ilustrasi Nyamuk Pembawa berbagai penyakit (canva.com)

MANADOPOST.ID -
Wabah virus Chikungunya tengah melanda China. Hingga awal Agustus 2025, lebih dari 5.000 kasus telah terdeteksi, dengan Provinsi Guangdong menjadi wilayah terdampak paling parah. Kota Foshan mencatatkan jumlah kasus tertinggi dan kini menetapkan status darurat kesehatan Level III.

Virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk ini memicu kekhawatiran global, termasuk dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat yang mempertimbangkan imbauan perjalanan ke China. Sumber awal wabah diketahui berasal dari kasus impor yang ditemukan di Distrik Shunde, Foshan, pada 8 Juli lalu.

Berbeda dengan COVID-19, Chikungunya tidak menular melalui kontak manusia ke manusia. Penularan terjadi dari nyamuk yang menggigit orang terinfeksi, lalu menularkan virus ke orang lain. Otoritas kesehatan Hong Kong menegaskan bahwa meski penularannya cepat, gejalanya umumnya ringan. Sekitar 95 persen pasien pulih dalam waktu tujuh hari.

Namun, individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap berisiko mengalami komplikasi. Untuk itu, vaksin Chikungunya kini direkomendasikan bagi wisatawan ke daerah berisiko, terutama di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Selain vaksinasi, perlindungan diri dari gigitan nyamuk menjadi pencegahan utama.

Pemerintah China kini menggalakkan koordinasi lintas wilayah, memperkuat sistem pemantauan, serta meningkatkan peringatan dini demi menekan penyebaran virus. (*)

Editor : Tanya Rompas
#China #Chikungunya #gigitan nyamuk #wabah chikungunya #virus