MANADOPOST.ID - Hong Kong mengibarkan sinyal topan nomor 8 pada Minggu (7/9) pukul 21.20 waktu setempat akibat dampak Badai Tropis Tapah yang diperkirakan mendarat di Guangdong barat pada Senin pagi (8/9).
Keputusan ini membuat seluruh sekolah di Hong Kong diliburkan dan aktivitas awal pekan terganggu.
Menurut keterangan Observatorium Hong Kong, Tapah diprediksi melintas sekitar 200 kilometer barat daya kota tersebut pada Senin pagi menjelang matahari terbit, sebelum akhirnya mendarat di daratan Guangdong.
Peringatan sinyal nomor 8 ini dipastikan tetap berlaku setidaknya hingga Senin (8/9) pukul 11.00.
Meski kemungkinan peningkatan sinyal ke level lebih tinggi dinilai kecil, observatorium mengingatkan potensi gelombang besar, ombak tinggi, dan banjir di wilayah rendah.
Biro Pendidikan Hong Kong menyatakan semua kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar, menengah, taman kanak-kanak, sekolah khusus, hingga sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus ditiadakan pada Senin.
Sementara itu, kelas malam pada Minggu juga ikut dibatalkan.
Observatorium lewat media sosial membagikan foto badai Tapah yang diambil oleh Government Flying Service menggunakan pesawat sayap tetap.
Dari pengamatan, kecepatan angin di sekitar pusat badai tercatat hampir 85 km/jam.
Tak hanya sektor pendidikan, layanan penjaga pantai di Pantai Trio dan Hap Mun Bay, Distrik Sai Kung, juga ditangguhkan akibat laut bergelombang.
Beberapa pantai lain di Hong Kong telah memasang bendera merah sebagai tanda berbahaya untuk berenang.
Badai Tapah diperkirakan terus memengaruhi kondisi Hong Kong hingga Senin siang, dengan ancaman terbesar berupa angin kencang dan hujan lebat yang berpotensi melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Melansir South China Morning Post, pihak observatorium menegaskan sinyal topan nomor 8 akan tetap berlaku hingga kondisi dinilai cukup aman. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos