Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Peluang Bagi Warga Sulut, Dubes Jepang Masaki Yasushi Jelaskan Alasan Perusahaan Jepang ‘Buru’ Pekerja WNI

Tommy Waworundeng • Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:47 WIB
Masaki Yasushi
Masaki Yasushi

MANADOPOST.ID– Kabar gembira datang bagi warga Sulawesi Utara (Sulut). Jepang kini semakin membuka peluang bagi tenaga kerja asal Indonesia untuk bekerja di Negeri Sakura.

Hal ini diungkapkan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, dalam konferensi pers, Selasa (30/9/2025).

Menurut Yasushi, pekerja asal Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di mata pengusaha Jepang. Etos kerja keras serta penghormatan terhadap budaya dan norma lokal menjadi alasan utama mengapa WNI, termasuk dari Sulut, semakin diminati.

“Pekerja terampil Indonesia terus menjadi incaran para perusahaan Jepang. Hal ini karena warga Indonesia bekerja keras dan juga sangat menghargai budaya serta norma di Jepang,” ujar Masaki.

Selain itu, faktor geografis menjadi keuntungan tersendiri. Sulawesi Utara merupakan provinsi Indonesia yang paling dekat dengan Jepang.

Begitu juga dengan makanan, pekerja migran dari Sulawesi Utara mudah menyesuaikan. Apa saja bisa dimakan. Sehingga peluang warga Sulut untuk meniti karier sebagai pekerja migran di Jepang semakin terbuka lebar.

Jepang Butuh Pekerja Asing
Masaki menjelaskan, Jepang kini menghadapi penurunan populasi yang tajam. Kondisi ini membuat perusahaan-perusahaan di Jepang semakin bergantung pada tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia.

Untuk itu, pemerintah Jepang berupaya memberikan kenyamanan bagi para pekerja migran. Menurut Yasushi, para pengusaha di Jepang telah memahami kebutuhan pekerja Indonesia, mulai dari waktu ibadah hingga ketersediaan makanan halal.

“Anda memiliki agama yang berbeda dan hal ini sudah diketahui para pengusaha Jepang. Kami memahami soal waktu Shalat dan juga kebutuhan makanan halal,” ungkapnya.


Sektor Kerja yang Dibuka
Selama ini, WNI banyak bekerja di sektor keperawatan, perikanan, dan pelayanan. Namun, Jepang kini memperluas cakupan industri bagi pekerja Indonesia.

“Kami sekarang akan menambah cakupan industri ke transportasi dan agrikultur,” kata Masaki.


Dampak Positif bagi Indonesia
Lebih jauh, Yasushi menegaskan bahwa kesempatan ini bukan hanya untuk menunjang kebutuhan tenaga kerja di Jepang, melainkan juga untuk mendukung pembangunan di Indonesia.

Pekerja migran asal Indonesia umumnya menghabiskan 3–5 tahun bekerja di Jepang. Selama itu, mereka akan mendapatkan pengalaman dan keahlian baru yang nantinya bisa dibawa pulang untuk membangun tanah air.

“Harapannya, mereka akan kembali, dengan melamar pekerjaan atau membuka usaha, dengan keahlian yang didapatkan di Jepang untuk membangun Indonesia,” tandas Dubes Jepang itu.


Dengan terbukanya pintu bagi pekerja migran ini, warga Sulut memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus membawa pulang ilmu dan pengalaman berharga dari Jepang. (*)

Editor : Clavel Lukas
#Sulut #Jepang #Dubes Jepang