Di tengah wawancara, Ioana menyerahkan maskot resmi Gala Festival Musim Semi 2026 produksi China Media Group sebagai simbol persahabatan. Dalam konteks siaran televisi Tiongkok yang dikenal dengan format presisi dan terstruktur, kejutan spontan tersebut menghadirkan suasana akrab yang jarang terjadi dalam program siaran langsung.
Momen tersebut menciptakan nuansa hangat yang mencerminkan kedekatan hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Tiongkok, yang kerap digambarkan sebagai friendship beyond formality. Suasana wawancara pun berlangsung lebih cair, memperlihatkan pendekatan diplomasi budaya yang semakin erat di antara kedua negara.
Menurut Djauhari, gala tersebut bukan sekadar program hiburan, melainkan representasi bagaimana budaya dapat dikemas dalam skala global dengan standar artistik dan teknologi tinggi. Ia menilai integrasi teknologi dalam pertunjukan justru memperkuat tradisi dan memperluas jangkauan budaya ke berbagai belahan dunia.
“Teknologi di sini bukan menggantikan tradisi, tetapi menghidupkannya. Teknologi memperkaya cara cerita disampaikan dan pada akhirnya menyatukan audiens global,” ujarnya.
Gala tahun ini memiliki makna simbolik yang lebih kuat karena berlangsung pada Tahun Kuda 2026, yang melambangkan energi, kemajuan, dan lompatan ke depan. Djauhari menyatakan bahwa simbol tersebut sejalan dengan harapan peningkatan kerja sama Indonesia–Tiongkok yang semakin dinamis dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Presenter Ioana Gomoi sebelumnya juga pernah mewawancarai Dubes Djauhari dalam program The Vibe pada Agustus 2022. Wawancara tersebut mencatat jumlah penonton global yang tinggi, bahkan Ioana sempat menjuluki Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing sebagai “the happiest embassy in Beijing”, menggambarkan suasana diplomasi Indonesia yang terbuka, hangat, dan bersahabat di Tiongkok.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan