Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Harga Minyak Anjlok Tajam Usai Pernyataan Donald Trump Soal Rencana Militer di Timur Tengah

Kenjiro Tanos • Senin, 23 Maret 2026 | 19:54 WIB

 

U.S. President Donald Trump applauds at the "Winning the AI Race" Summit in Washington D.C., U.S.
U.S. President Donald Trump applauds at the "Winning the AI Race" Summit in Washington D.C., U.S.

MANADOPOST.ID - Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan setelah pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait rencana militer di Timur Tengah.

Penurunan ini terjadi setelah Trump menyampaikan bahwa dirinya akan memerintahkan militer untuk menunda serangan terhadap fasilitas listrik dan infrastruktur energi Iran.

Dilansir dari Al Jazeera, harga minyak sempat merosot lebih dari 13 persen dalam perdagangan global. Minyak mentah Brent tercatat turun sekitar 17 dolar atau sekitar 15 persen, hingga menyentuh level terendah di kisaran 96 dolar per barel pada pukul 11:08 GMT.

Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan tajam.

Harga WTI turun sekitar 13 dolar atau setara 13,5 persen, hingga mencapai titik terendah di angka 85,28 dolar per barel.

Penurunan harga ini terjadi setelah sebelumnya pasar energi global sempat bergejolak.

Harga minyak sempat melonjak menembus 100 dolar per barel, dipicu oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, terutama setelah serangan Iran terhadap sejumlah kapal yang secara efektif menyebabkan terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Gangguan di wilayah ini langsung memicu kekhawatiran pasokan global, sehingga mendorong lonjakan harga dalam waktu singkat.

Namun, sinyal penundaan aksi militer dari Amerika Serikat memberikan sentimen positif bagi pasar.

Pelaku pasar menilai langkah tersebut dapat meredakan eskalasi konflik dan mengurangi risiko gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi global.

Analis menilai, pergerakan harga minyak saat ini masih sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Setiap pernyataan atau kebijakan yang berkaitan dengan konflik di kawasan tersebut berpotensi memicu fluktuasi tajam di pasar energi dunia. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#donald trump #iran #timur tengah #harga minyak anjlok #Harga Minyak