MANADOPOST.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian berdampak luas ke ekonomi global.
Pemerintah Korea Selatan secara resmi meminta Iran untuk menjamin keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak konflik yang terus memanas.
Dilansir dari Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, menyampaikan permintaan tersebut guna melindungi kapal-kapal yang melintasi jalur vital tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu rute distribusi energi paling penting di dunia, sehingga gangguan sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap perdagangan global.
Permintaan ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran akan konflik berkepanjangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Situasi tersebut memicu ketidakpastian di pasar global, terutama di kawasan Asia yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.
Dampak langsung уже terlihat di pasar keuangan.
Bursa saham di berbagai negara Asia dilaporkan mengalami penurunan tajam.
Tekanan juga dirasakan oleh mata uang Korea Selatan, won, yang melemah hingga mencapai level terendah dalam 17 tahun terakhir.
Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi terganggunya distribusi minyak dan gas, serta risiko eskalasi konflik yang dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Gangguan di Selat Hormuz dinilai sebagai salah satu faktor kunci yang dapat memperparah situasi ekonomi global.
Sejumlah analis menilai, jika ketegangan terus meningkat tanpa adanya solusi diplomatik, maka dampaknya tidak hanya terbatas pada sektor energi, tetapi juga dapat meluas ke stabilitas pasar keuangan dan perdagangan internasional.
Hingga saat ini, pelaku pasar terus memantau perkembangan geopolitik di kawasan tersebut, sembari berharap adanya langkah deeskalasi untuk mencegah krisis yang lebih dalam. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos