Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

CGTN Soroti UMKM Indonesia: Adaptasi Kunci Menembus Pasar Tiongkok

Tanya Rompas • Jumat, 10 April 2026 | 21:37 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman, jadi salah satu narasumber dalam wawancara bersama Ioana Gomoi di CGTN, bagian dari China Media Group.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman, jadi salah satu narasumber dalam wawancara bersama Ioana Gomoi di CGTN, bagian dari China Media Group.

MANADOPOST.ID- Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menjadi salah satu narasumber dalam wawancara bersama Ioana Gomoi di China Global Television Network (CGTN), bagian dari China Media Group. Liputan ini menunjukkan perhatian yang cukup besar dari media utama Tiongkok terhadap kunjungan Menteri Maman, khususnya terkait peran UMKM dalam hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok.

Dalam wawancara tersebut, Menteri Maman menyoroti besarnya potensi pasar Tiongkok bagi UMKM Indonesia. Dengan jumlah konsumen yang besar dan preferensi yang beragam, Tiongkok membuka peluang bagi produk-produk Indonesia, terutama yang unik dan memiliki karakter dan nilai budaya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan di pasar Tiongkok tidak bersifat otomatis. Pemahaman terhadap budaya lokal menjadi faktor penting. Preferensi konsumen, kebiasaan, serta cara produk dikemas dan dipresentasikan akan sangat memengaruhi penerimaan pasar.

Menteri Maman juga menyampaikan bahwa produk Indonesia perlu melalui proses penyesuaian. Adaptasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari rasa, kemasan, hingga strategi pemasaran. Dalam hal ini, UMKM dinilai memiliki keunggulan karena lebih fleksibel dalam menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.

Hal yang disampaikan Menteri Maman dalam wawancara tersebut merespons kebijakan Tiongkok yang dikenal sebagai “high-quality opening up”. Kebijakan ini menekankan keterbukaan ekonomi yang tidak hanya memperluas akses pasar ke Tiongkok selaku negara dengan jumlah populasi terbesar kedua di dunia dan kelas menengah terbesar dunia. Lebih dari itu, hal ini juga tentang meningkatkan kualitas kerja sama, standar produk, dan tingkat integrasi dengan pasar domestik Tiongkok.

Dalam konteks ini, UMKM Indonesia memiliki peluang untuk terlibat lebih dalam dalam ekosistem ekonomi Tiongkok. Namun, peluang tersebut juga diiringi dengan tuntutan untuk meningkatkan kualitas, memahami pasar, dan beradaptasi secara berkelanjutan. Dalam hal ini, mitral lokal memainkan peran kunci.(***)

Editor : Tanya Rompas
#UMKM #Tiongkok