Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Trump Batalkan Perjalanan Utusan AS ke Pakistan untuk Perundingan Iran

ALengkong • Selasa, 28 April 2026 | 06:59 WIB
Donald Trump (Istimewa)
Donald Trump (Istimewa)

 

ManadoPost.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026) secara mengejutkan membatalkan rencana pengiriman tim utusan ke Pakistan untuk melakukan negosiasi dengan perwakilan Iran. Pembatalan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Gedung Putih mengonfirmasi keberangkatan utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, untuk dialog langsung.

Keputusan mendadak ini diumumkan Trump melalui akun Truth Social miliknya, di mana ia menyatakan bahwa terlalu banyak waktu dan upaya terbuang untuk perjalanan. "Kami memiliki semua kartu, mereka tidak punya! Jika mereka ingin bicara, yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon!!!" tulis Trump, sebagaimana dilansir dari laporan BBC.

Pembatalan ini terjadi tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Islamabad, ibu kota Pakistan, setelah melakukan pembicaraan dengan para pejabat Pakistan. Araghchi sebelumnya telah menyampaikan posisi Iran mengenai kerangka kerja untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Sebelumnya pada Jumat, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi kepada Fox News bahwa Witkoff dan Kushner akan menuju Pakistan pada Sabtu pagi untuk terlibat dalam "pembicaraan langsung" dengan pihak Iran. Leavitt menyebut bahwa pihak Iran yang telah menghubungi dan meminta percakapan tatap muka, sesuai dengan permintaan Presiden Trump.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, dalam unggahan di X pada Jumat malam, membantah adanya rencana pertemuan langsung antara Iran dan AS. Baqaei menegaskan bahwa observasi Iran akan disampaikan kepada Pakistan, yang selama ini berperan sebagai mediator.

Pakistan sendiri telah melakukan berbagai persiapan selama berhari-hari, termasuk menutup beberapa bagian ibu kotanya, Islamabad, untuk menyambut perundingan ini. Upaya mediasi Pakistan menunjukkan keseriusan dalam memfasilitasi dialog antara kedua negara yang berseteru.

Trump menjelaskan alasan pembatalannya kepada wartawan dalam perjalanan pulang dari Palm Beach, Florida, dengan mengatakan bahwa ia tidak ingin membuang waktu 15 jam di pesawat untuk bolak-balik hanya untuk menerima dokumen yang tidak memuaskan. "Jadi, kami akan berurusan melalui telepon dan mereka bisa menelepon kami kapan saja mereka mau," tegas Trump, dikutip dari NPR.

Selain itu, Trump juga menyoroti adanya "pertikaian dan kebingungan luar biasa" di dalam kepemimpinan Iran, yang menurutnya mempersulit jalannya perundingan. "Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka sendiri," kata Trump, seperti dilaporkan The Guardian.

Perundingan antara AS dan Iran sebelumnya juga pernah diadakan di Pakistan pada 11 April, yang berlangsung lebih dari 21 jam namun berakhir tanpa kesepakatan, meskipun kedua belah pihak melaporkan adanya kemajuan. Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi AS pada putaran awal negosiasi tersebut.

Setelah pembatalan perjalanan, Trump mengklaim bahwa Iran segera mengajukan tawaran "jauh lebih baik" dalam waktu 10 menit. Namun, ia menambahkan bahwa tawaran tersebut "banyak, tetapi tidak cukup," sebagaimana disampaikannya kepada wartawan, dilansir dari Fox News.

Meski demikian, Presiden Trump menegaskan bahwa pembatalan perjalanan ini tidak berarti akan kembali pada pertempuran. "Tidak. Itu tidak berarti begitu. Kami belum memikirkannya," kata Trump dalam panggilan dengan Barak Ravid, seorang reporter Axios dan kontributor CNN, saat ditanya mengenai implikasi keputusan tersebut.

Keputusan Trump ini meninggalkan perundingan damai antara AS dan Iran dalam ketidakpastian, meskipun Pakistan telah berupaya keras sebagai fasilitator. Senator Republik Lindsey Graham, sekutu kuat Trump, memuji keputusan presiden tersebut, menyebutnya sebagai langkah yang sangat bijaksana untuk saat ini.

Sumber: BBC.com, CNN.com, The Guardian.

Editor : ALengkong
#Perang Iran #donald trump #negosiasi #iran #Pakistan