Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Positive Technologies Dorong Penguatan SDM Keamanan Siber lewat Kemitraan Kampus

Amelia Beatrix • Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50 WIB
Perwakilan Positive Technologies dan enam universitas Indonesia usai penandatanganan kerja sama pendidikan keamanan siber di KazanForum.
Perwakilan Positive Technologies dan beberapa universitas terkemuka Indonesia usai penandatanganan kerja sama pendidikan keamanan siber di KazanForum.

MANADOPOST.ID - Positive Technologies memperluas kemitraan pendidikan dengan sejumlah universitas di Indonesia guna memperkuat pengembangan talenta keamanan siber nasional di tengah meningkatnya ancaman digital di Asia Tenggara. Perusahaan keamanan siber asal Rusia itu menandatangani nota kesepahaman dengan enam perguruan tinggi besar Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan keamanan siber yang lebih aplikatif dan berorientasi industri.

Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam rangka Forum Ekonomi Internasional “Rusia – Dunia Islam: KazanForum” bersama lima universitas, yakni Universitas Brawijaya, Universitas Pendidikan Indonesia, Politeknik Manufaktur Bandung, Institut Teknologi dan Sains Mandala, serta Universitas Darul Ma'arif. Sehari sebelumnya, dokumen serupa juga diteken di Moskow bersama Universitas Padjadjaran.

Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam rangka Forum Ekonomi Internasional
Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam rangka Forum Ekonomi Internasional

Melalui kerja sama tersebut, Positive Technologies akan menjalankan berbagai program pendidikan bersama, mulai dari pelatihan dosen, pembangunan laboratorium praktik keamanan siber, hingga pengembangan kurikulum terkait keamanan defensif dan pengembangan perangkat lunak aman. Selain itu, universitas mitra juga akan mengimplementasikan EdTechLab, platform pembelajaran mandiri untuk pelatihan profesional keamanan siber.

Direktur Regional Asia Tenggara Positive Technologies, Elena Grishaeva, mengatakan kebutuhan terhadap tenaga ahli keamanan siber menjadi semakin penting di tengah percepatan transformasi digital global. Menurut dia, kemitraan dengan universitas di Indonesia diharapkan mampu memperkuat komunitas profesional keamanan siber yang dapat menghadapi ancaman digital secara kolaboratif di tingkat regional maupun global.

Indonesia sendiri dinilai menghadapi tantangan serius akibat percepatan digitalisasi di berbagai sektor. Berdasarkan laporan Positive Technologies, Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari seluruh kasus kebocoran data yang dilaporkan di Asia Tenggara. Kondisi tersebut menjadikan penguatan kapasitas sumber daya manusia keamanan siber sebagai kebutuhan mendesak.

Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Kartasasmita, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta keamanan siber masa depan melalui pendidikan, riset, serta kolaborasi industri. Ia menyebut kerja sama internasional ini dapat memperkuat kompetensi praktis mahasiswa sekaligus mendukung ketahanan siber nasional.

Sementara itu, Direktur Pusat Program dan Proyek Pendidikan Positive Technologies, Yuliya Danchina, menyatakan selama dua tahun terakhir perusahaan telah membangun salah satu jaringan kemitraan pendidikan keamanan siber internasional terbesar di Indonesia dengan melibatkan 12 universitas. Program tersebut juga mencakup partisipasi mahasiswa Indonesia dalam Positive Hack Camp, pelatihan global yang mempertemukan peserta dari berbagai negara untuk menangani simulasi kasus serangan siber dunia nyata.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Positive Technologies #kerjasama #keamanan siber #universitas