MANADOPOST.ID— Timor Leste berupaya memanfaatkan hubungan yang semakin erat antara ASEAN dan Greater Bay Area (GBA) Tiongkok untuk mendatangkan investasi dan peluang teknologi, guna membangun kapasitas ekonomi domestik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Francisco Kalbuadi Lay, dalam GBA-ASEAN Summit 2026 yang digelar oleh South China Morning Post di Hong Kong, Selasa (30/6). Menurut Lay, kerja sama antara kedua kawasan berpotensi menjadi mesin pertumbuhan yang kuat, namun kebijakan yang diambil harus memastikan kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lay menekankan bahwa kekuatan kedua kawasan saling melengkapi. Greater Bay Area, kawasan ekonomi terpadu yang menghubungkan Hong Kong, Makau, dan sembilan kota di Provinsi Guangdong, unggul di bidang teknologi dan keuangan. Sementara itu, negara-negara ASEAN menawarkan pasar dengan gabungan populasi mencapai 680 juta jiwa.
"ASEAN dan GBA merupakan salah satu motor ekonomi paling dinamis di dunia," kata Lay.
"Kita bisa membangun rantai pasok yang lebih tangguh, mempercepat transformasi digital, memperkuat industri berkelanjutan, dan menciptakan kemakmuran yang lebih besar bagi rakyat kita," tambahnya.
Sebagai anggota terbaru ASEAN, Timor Leste termasuk dalam kelompok negara ekonomi baru di blok tersebut yang mengandalkan kerja sama regional untuk memperoleh investasi dan transfer teknologi, sekaligus mendiversifikasi perekonomian dalam negeri.
Editor : ALengkong