WASHINGTON, MANADOPOST.ID — Perusahaan teknologi raksasa, Microsoft, dikabarkan tengah bersiap untuk kembali melakukan langkah efisiensi berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Gelombang perampingan struktur tenaga kerja terbaru ini diproyeksikan bakal diumumkan secara resmi kepada publik paling cepat pada pekan depan.
Berdasarkan laporan dari Business Insider, kebijakan PHK kali ini diperkirakan akan menyasar kurang dari 2,5 persen dari total keseluruhan tenaga kerja perusahaan. Pengurangan karyawan tersebut diprediksi berdampak pada ribuan staf yang tersebar di berbagai divisi strategis, mulai dari sektor penjualan (sales), unit konsultasi (consulting), hingga divisi industri gim mereka, Xbox.
Mengacu pada dokumen resmi yang disampaikan Microsoft kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), korporasi tersebut tercatat mengantongi sekitar 228.000 karyawan tetap. Dengan estimasi persentase pemangkasan di bawah 2,5 persen tersebut, maka kebijakan efisiensi ini berpotensi memengaruhi nasib lebih dari 5.000 pekerja secara global.
Langkah penekanan biaya operasional ini diambil di tengah masifnya alokasi investasi yang digelontorkan perusahaan teknologi dunia untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Upaya pengetatan anggaran serupa tidak hanya terjadi di Microsoft, melainkan juga melanda raksasa teknologi global lainnya sepanjang tahun ini, termasuk langkah Meta Platforms yang memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja mereka serta rencana Amazon menghapus hingga 16.000 posisi secara global.
Editor : ALengkong