AS Serahkan 50 Unit Rontgen Portabel untuk Percepat Deteksi TBC di Indonesia

Tanya Rompas • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 10:51 WIB

Ultraportable X-Ray Kit MinXray

Ultraportable X-Ray Kit MinXray

MANADOPOST.ID– Pemerintah Amerika Serikat memperkuat kemitraan kesehatan dengan Indonesia melalui dukungan 50 unit perangkat rontgen dada digital ultra-portabel untuk membantu mempercepat deteksi dan penanganan tuberkulosis (TBC).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kerja sama kedua negara dalam memperluas akses teknologi kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang selama ini belum memiliki fasilitas pemeriksaan TBC memadai.

Penyerahan 50 unit perangkat rontgen buatan Amerika Serikat itu disaksikan Pejabat Senior Biro Keamanan dan Diplomasi Kesehatan Global (Bureau of Global Health Security and Diplomacy/GHSD) Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Jeff Graham, bersama Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan Graham ke Jakarta pada 2 November 2026 untuk memperkuat kerja sama kesehatan kedua negara, termasuk membahas dukungan Amerika Serikat bagi sektor kesehatan Indonesia dan pengembangan kemitraan ke depan.

Perangkat yang diserahkan mencakup Impact-Global Digital X-Ray Kits produksi perusahaan Amerika Serikat, MinXray Inc. Peralatan tersebut dilengkapi perangkat lunak Super Intelligence yang membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi potensi kasus TBC.

Selain penyediaan perangkat, dukungan Pemerintah Amerika Serikat juga meliputi instalasi peralatan, pelatihan tenaga kesehatan Indonesia, serta paket garansi dan layanan selama tiga tahun.

Menariknya, teknologi rontgen portabel ini tidak hanya diperuntukkan bagi pemeriksaan TBC, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi berbagai penyakit dan kondisi kesehatan lainnya.

“Amerika Serikat dan Indonesia memiliki komitmen bersama untuk menghentikan penyebaran penyakit menular sebelum melintasi batas negara. Sistem rontgen buatan Amerika Serikat ini akan membantu tenaga kesehatan Indonesia mendeteksi dan menangani TBC di komunitas yang sebelumnya belum memiliki akses terhadap teknologi ini,” ujar Graham.

Menurutnya, penyediaan perangkat tersebut merupakan wujud pendekatan kesehatan terpadu yang memungkinkan teknologi yang sama dimanfaatkan untuk mendeteksi beragam penyakit.

Ia berharap kerja sama kesehatan kedua negara dapat terus diperdalam, tidak hanya untuk melindungi masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat, tetapi juga membuka peluang bagi industri Amerika Serikat.

Graham juga menekankan pentingnya deteksi TBC sejak dini, terutama di komunitas terpencil. Upaya tersebut dinilai berperan dalam melindungi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya kawasan Indo-Pasifik yang lebih sehat dan aman.

Investasi Amerika Serikat dalam penanggulangan TBC, termasuk penguatan jaringan laboratorium, sistem pemantauan, serta penanganan resistansi obat, juga berpotensi dikembangkan sebagai fondasi kesiapsiagaan dan respons terhadap pandemi penyakit yang ditularkan melalui udara.

Sementara itu, 50 unit perangkat rontgen tersebut tiba di Indonesia pada 4 November 2026. Kementerian Kesehatan akan memimpin proses pendistribusian dan penempatan peralatan di berbagai lokasi pelaksanaan program TBC di seluruh Indonesia dengan dukungan Pemerintah Amerika Serikat.

Penguatan fasilitas pemeriksaan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan deteksi dini dan surveilans penyakit, sekaligus menekan risiko penularan TBC lintas negara.

Dalam kunjungan yang sama, Graham juga bertemu dengan perwakilan perusahaan Amerika Serikat di bidang kesehatan dan ilmu hayati yang beroperasi di Indonesia, U.S.-ASEAN Business Council, serta AmCham Indonesia.

Pertemuan tersebut membahas peluang memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap teknologi medis dan obat-obatan asal Amerika Serikat, sekaligus memperkuat kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan sistem kesehatan nasional.(***)

Editor : Tanya Rompas
AS TBC Indonesia