Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Cerita MUA Astrid Pakaya Bertahan Selama Pandemi

Kenjiro Tanos • Selasa, 13 Oktober 2020 | 18:10 WIB
Astrid Pakaya (Dok.Pribadi)
Astrid Pakaya (Dok.Pribadi)
MANADOPOST.ID - Tak ada yang tahu Covid-19 ini bisa muncul. Pun dengan Astrid Pakaya. “Job terakhir saya sebelum pandemi meluas di Indonesia, saat menjadi bagian dalam event Puteri Indonesia 2020. Pas Maret pulang ke Manado,” akunya. Awalnya, perempuan yang bergelut sebagai make-up artist (MUA) ini menduga pandemi hanya berlangsung sebulan. Namun kenyataan berkata lain. Acid –panggilan akrab Astrid- merasakan kejamnya ‘pukulan’ Corona. Acara wedding hingga ulang tahun yang biasanya menjadi ladang panen lambat laun lenyap. Jika sehari bisa sampai tiga job, jadi seminggu sekali. Bahkan saat larangan berkerumun berlaku, tak ada job sama sekali. Terus apa yang dilakukan Acid agar bisa bertahan? Acid jualan produk lain. Seperti stand plant dan barang-barang second hand. Sembari ia juga bantu memasarkan barang-barang teman-temannya dengan membuka endorsement tanpa dibayar. “Yang penting sudah membantu dagangan teman, itu sudah membuat saya senang,” ujarnya. Ternyata berdagang membuatnya bosan. Maklum, terlalu lama berdiam diri di rumah memang bisa bikin mati gaya. Acid akhirnya melakukan kegiatan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Salah satunya menanam. “Saya juga sampai nge-cat rambut sendiri saking bosannya,” imbuh dia sambil terkekeh. Ia berusaha mengambil sisi positif dari apa yang sudah terjadi. “Jangan jadikan pandemi ini sebagai pagar yang membatasi kreativitas. Cari kegiatan positif yang bisa dilakukan dari rumah. Agar kita tetap produktif. Ini memang berat. Tapi sesuatu yang besar tidak akan datang dengan mudah. Harus terus berusaha. Melewati proses dan jangan cepat menyerah,” tutur cewek yang hobi basket ini. (tkg) Editor : Kenjiro Tanos
#MUA #MP Digital Oktober #Astrid Pakaya