Acara ini dijadwalkan akan berlangsung pukul 10.00 WITA, di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Manado. Hal tersebut diutarakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unima, Dr Armstrong F Sompotan SSi MSi.
"Pak Wali Kota Manado yang akan menerima langsung mahasiswa KKN Unima," ujar Sompotan, salah satu kandidat kuat dalam bursa pemilihan rektor (Pilrek) Unima yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini.
Lanjutnya, acara pelepasan dan penerimaan mahasiswa KKN Unima merupakan momen yang dinantikan bagi para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di berbagai wilayah Kota Manado.
Mereka akan menjalankan program KKN sebagai salah satu bagian dari kurikulum yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan daerah setempat.
"Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memberikan arahan dan motivasi kepada para mahasiswa sebelum mereka memulai perjalanan KKN-nya," tambah Sompotan.
Sehari sebelumnya, sebagai langkah awal menuju pengalaman berharga dalam KKN, mahasiswa mendapatkan pembekalan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Unima, Selasa, 19 Maret 2024.
"Ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum mereka melaksanakan tugas KKN di Kota Manado dan Sitaro," jelas Sompotan.
Dalam pembekalan tersebut, para mahasiswa diberikan arahan dan motivasi oleh pembicara yaitu, Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang.
Mereka berbagi pengalaman, pengetahuan, dan wawasan terkait kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat di wilayah yang akan menjadi lokasi KKN.
"Total peserta KKN kali ini mencapai 916 mahasiswa, yang siap menjalankan tugas mereka dengan penuh semangat dan dedikasi. Mereka akan berkontribusi dalam berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di Kota Manado dan Sitaro," tambahnya.
Dengan pembekalan yang telah diterima, diharapkan para mahasiswa mampu menjalankan tugas KKN mereka dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
"Semoga pengalaman ini tidak hanya menjadi sebuah tugas akademis, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pertumbuhan pribadi mereka," pungkas Doktor Sains Kebumian, jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB).(*)
Editor : Franky Sumaraw