Hal ini menjadi perhatian serius DPRD Kota Manado. Sebab, banyak masyarakat mengeluh terkait harga parkir yang dirasa kemahalan.
Selain di RSUP Kandou dan Bandara Sam Ratulangi, tarif parkir di Pelabuhan Manado juga menjadi sorotan.
Keluhan warga tersebut pun telah ditindaklanjuti oleh para wakil rakyat dengan memanggil pihak pengelola parkir RSUP Kandou dan Bandara.
"Harusnya pihak pengelola parkir jangan beri tarif mahal. Kam pemerintah lewat undang-undang sudah memperkecil pajak parkir dengan hanya menyetor 10 persen saja. Yang sebelumnya itu 30 persen. Jadi seharusnya jangan mahal-malah harga parkirnya," kata Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kota Manado, Tommy Parasan, Selasa (11/3).
Dia mencontohkan di RSUP Kandou. Masyarakat yang masuk itu tentu dengan banyak pergumulan, kesusahan. Sebab harus mengantar dan menjaga keluarga yang sakit.
"Orang sudah susah merawat kemudian harus bayar parkiran mahal. Belum lagi keluhan warga yang hanya datang sebentar saja menjenguk, tapi saat keluar harus bayar mahal," tuturnya.
Politisi Partai Gerindra ini mengaku banyak masyarakat menyampaikan keluhan tersebut dan meminta agar ada bantuan dari DPRD terkait aspirasi itu.
"Kemarin saya sudah teruskan laporan ini ke Komisi 2 karena bermitra. Saya sampaikan ke teman-teman bahwa warga meminta agar evaluasi harga parkir di tiga tempat itu. Sebab terlalu mahal. Apa lagi sekarang pemerintah lagi efisiensi, penghematan, kemudian pengelola memberatkan kepada masyarakat," terangnya.
Sebagai wakil rakyat dengan fungsi pengawasan yang melekat, lanjutnya, maka dirinya harus menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat.
"Aspirasi masyarakat meminta harga parkirnya dievaluasi. Dan juga meminta kami di DPRD untuk tindak lanjut. Kasihan warga kalau terlalu mahal," ucapnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas