MANADOPOST.ID - Hujan deras yang mengguyur Sulawesi Utara selama dua hari terakhir telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah, termasuk Kota Manado dan sekitarnya.
Akibatnya, sekitar 5.000 orang telah diungsikan untuk menghindari risiko lebih besar. Wilayah yang terdampak parah di Manado mencakup Kecamatan Tikala, Singkil, Tuminting, dan Wenang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Di media sosial, tagar #PrayForSulut ramai digunakan oleh warganet untuk menunjukkan dukungan dan solidaritas bagi para korban.
Di grup Facebook SULUT VIRAL, netizen ramai-ramai menyematkan doa dan harapan agar cuaca membaik.
"Hujan berhenti, Amin! Pray for Sulut, Pray for Manado," tulis akun Mr Kalender.
Serupa juga ditulis Yorz Casper. "Ta yakin 100 persen besok mo panas cerah karena hari Minggu, hari yang cerah," tulisnya.
"Badai pasti berlalu. Sulut dalam lindungan Tuhan, amin," ungkap akun Abangg. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos