MANADOPOST.ID– Efisiensi anggaran yang diberlakukan secara nasional berdampak hingga ke daerah, termasuk Kota Manado.
Kondisi ini mendorong masyarakat, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), untuk meminta pemerintah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Salah satu harapan warga adalah segera dibukanya Malalayang Beach Walk (MBW) Tahap II.
Kawasan ini dinilai strategis untuk menggerakkan roda ekonomi dan menyerap tenaga kerja, terutama bagi pelaku usaha lokal.
Namun hingga kini, kawasan MBW Tahap II belum bisa dimanfaatkan karena belum diserahkan sepenuhnya kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Manado.
"Kalau sudah diserahkan, pasti langsung ditindaklanjuti oleh Perumda," ujar Direktur Utama Perumda Pasar Manado Lucky Senduk kepada Manadopost.id pada Kamis (05/06/2025).
Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Kota Manado dr Steaven Dandel menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, masih ada pekerjaan yang perlu diselesaikan, terutama terkait pemeliharaan.
"Karena itu, pengelolaan belum bisa dilakukan," jelas Dandel.
Diketahui, penataan kawasan MBW merupakan proyek Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Proyek ini mencakup dua bagian, yakni penataan kawasan Malalayang dan Bunaken Tahap II, yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2023–2024.
Selain itu, juga dilakukan pembangunan reservoir Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk Kota Manado pada Tahun Anggaran 2024.
Sebelumnya, penataan Pantai Malalayang telah dilakukan melalui proyek MBW Tahap I dengan panjang 1,2 kilometer.
Dengan selesainya tahap kedua, total panjang kawasan yang telah ditata kini mencapai dua kilometer. (*)
Editor : Gregorius Mokalu