Layanan angkutan Bajaj tersebut baru-baru ini diperkenalkan kepada masyarakat dengan lakukan konvoi di pusat Kota Manado.
Meski barus sebatas promosi dan masih menunggu izin, namun kehadiran Bajaj modern itu tuai pro kontra.
"Kayaknya belum perna dibahas di DPRD terkait transportasi Bajaj ini. Terkahir kami rapat dengar pendapat bahas terkait transportasi massal berupa bus," kata Anggota Komisi 3 DPRD Manado Yasir Taruk Bua kepada Manado Post, Minggu (13/7).
Disampaikannya, kehadiran Bajaj di Kota Manado harus dikaji baik-baik bersama dengan instansi terkait. Mengingat Manado yang tergolong kota kecil dan struktur jalan yang tidak rata.
"Sementara mikrolet saja sudah dikurangi. Jadi, jangan sampai malah menambah kemacetan dalam kota. Dan ini berpotensi bikin semrawut Kota Manado," tuturnya.
Menurutnya, angkutan mikrolet yang ada sekarang saja kewalahan cari penumpang karena tersaingi oleh transportasi online.
"Apalagi ini ditambah dengan Bajaj. Bisa terbayangkan akan berpotensi menambah kemacetan. Kalau transportasi Bajaj hadir, maka akan terkesan Manado kota tua yang ketinggalan. Jadi perlu kajian yang mendalam," pungkasnya. (Livrando Kambey)